Monday, December 31, 2012

Tulisan Bermakna, Walaupun Copy-an

Bismillah.
Assalamualaikum!

Wah, di penghujung tahun 2012 nih? Ah bagi gue tidak ada yang spesial, apalagi dengan event tahun barunya, hehe. Entah, gue berusaha untuk tidak larut dalam suasana yang... ah, you know lah. Oke, niat gue di sini bukan untuk membahas soal  Happy New Year atau hal-hal lain sejenisnya. But, gue mau share beberapa hal yang bagus!

Semalam gue baru saja mendapatkan link ini http://www.facebook.com/notes/pak-haryo/menjadi-asing-simpanan-untuk-anakku-suatu-saat-kelak/10150722212237343 dari salah seorang teman (baru) akhwat dari komunitas FRA, Forum Rohis Alumni (Bandung). Apa sih isinya? Nah, kalau ada yang mau baca dari blog gue, sok, mangga, akan gue copy di sini ☺ dan yang jelas, itu bukan karya gue, jadi gue jujur, hanya ingin sekadar sharing dan tidak mengambil hak cipta orang, hehe ☺ here it is!


Menjadi Asing (Simpanan Untuk Anakku, Suatu Saat Kelak)






Nak, ayah sengaja bawa kamu ke sini karena mau ngomong serius sama kamu. Sekarang kamu sudah baligh. Kamu relatif sudah bisa membedakan yang benar dan yang enggak. Tapi kamu masih terlalu muda buat kenal dunia secara luas, seluas laut dan langit di depan kamu itu.

Nak, apa kamu pernah menerka kenapa ayah sangat membatasi kamu nonton TV, kenapa ayah sering potong kabel TV yang baru dibeli ibumu? Apa kamu tahu kenapa ayah sering ajak kamu menjauhi keramaian, kenapa ayah sering banting pemutar musik kamu? Kamu tahu, nak? Itu karena ayah sayang kamu dan gak mau kamu jadi orang-orang bentukan media mainstream yang gak islami.

Pada umumnya mereka itu bikin kamu tahu dalam ketidak tahuan. Kamu jadi tahu cara bikin orang ketawa, cara supaya dunia melihat kamu, cara berbahasa yang up to date, dan cara tetap ikut tren. Kamu jadi tahu si artis anu lagi bunting 7 bulan. Kamu dijejali dengan informasi-informasi gak penting, se-gak penting artis anu baru ngerayain ulang tahunnya di Food Court Pondok Indah Mal.Tapi nak, kamu gak diajarin kamu harus gimana kalau kamu mimpi basah, apa yang harus kamu lakukan kalau mau nikah tapi belum siap. Kamu gak diajarin bahwa onani itu masuk dalam tujuh dosa besar. Kamu gak diajarin cara milih calon pasangan hidup yang benar, apa kriterianya.

Kamu jadi tahu batasan HAM tapi tidak hukum islam. Kamu jadi tahu cara ngitung PPn, tapi ngitung zakat kebun kamu sendiri aja bingung. Kamu jadi tahu di Bangladesh itu orang kebanjiran terus, tapi kamu malah gak tahu komplek sebelah kita juga kebanjiran. Siaran setengah jam pagi-pagi itu jelas kurang nak. Bahkan kamu sama sekali gak dibikin ngerti cara baca Quran. Bedain “fa” sama “qof” aja gak bisa, gimana mau paham, anakku?

Kamu nanti malah jadi bingung, di TV diajarin menikah sama anak di bawah umur itu bejat gak ketulungan, apa kamu mau bilang Nabi Muhammad yang menikahi Aisyah umur 6 tahun itu bejat? Di TV diajarin makan jilat tangan itu gak sopan, tapi di hadits kamu temui sunahnya itu malah jilat tangan. Di TV diajarin kalau ketemu orang itu salaman, padahal di hadits yang kamu pelajari, lebih baik kamu ditusuk besi panas daripada bersentuhan dengan bukan mahrom. Di TV disiarkan bahwa lesbi dan homo itu manusiawi dan sudah lazim, tapi di hadits, mereka itu layak dihukum mati.

Ayah paling takut kamu mengarah ke logika-logika praktis begitu. Ayah takut kamu menomorduakan Quran Hadits karena gak logis menurut kamu. Camkan ini nak, agama itu bukan dibangun dari logika, dan agama itu jauh dari kelogisan-kelogisan yang ada di novel Sophi’s World, walaupun dia jadi best seller internasional selama beberapa tahun. Nak, Al-Quran itu sudah jadi super best seller se-semesta selama belasan abad.

Kalau agama ini menuruti kelogisanmu, gak akan ada cerita 313 pasukan islam dengan perbekalan dan senjata yang jauh dari memadai bisa menang melawan 1.000 pasukan kafir dengan perbekalan dan senjata yang berlebihan waktu perang Badr. Gak akan ada cerita pasukan islam masih bertahan di perang Khandaq setelah dikepung dari segala penjuru. Gimana mungkin ada bantuan angin dalam perang di abad ketujuh? Nonsense! Itu semua gak akan masuk ke logikamu, nak.Kamu akan wudhu dengan membasuh duburmu kalau kamu mau ikut logika, tapi bukan begitu yang diajarkan, nak. Kita gak tahu apa-apa. Keimanan itu bukan kelogikaan. Iman itu artinya percaya. Percaya bahwa aturan itu tepat walau gak masuk logika kamu.

Itu kenapa kamu harus mendalami Quran Hadits dengan mantap. Kamu tahu kan, bahwa ilmu yang wajib dicari itu ada tiga: ayat yang menghukumi, sunah yang ditegakkan, dan ilmu hukum waris. Intinya kamu wajib belajar Quran Hadits. Ilmu yang di luar itu statusnya cuma ilmu tambahan. Ayah sama sekali bukan melarang kamu sekolah sampai title kamu 10 biji, kalau ada. Sekolahlah tinggi-tinggi, cari ilmu sebanyak-banyaknya, itu positif.

Ayah cuma takut, kamu bisa menghitung bulan itu tepat ada di atas kepala kamu pada tanggal berapa jam berapa, tapi kamu kebingungan ngitung waris waktu ayahmu ini meninggal. Ayah takut kamu bisa fasih luar biasa berbahasa Inggris, tapi salam aja ngomongnya “semlekum”. Ayah gak mau kamu hapal irregular verb dan certain adjective, tapi gak hapal siapa saja mahrom kamu.

Ayah gak mau kamu bisa bedain processor bagus dan enggak, bisa bedain awan cumulus dan nimbus, bisa bedain membran sel dan membran mitokondria, tapi kamu gak bisa bedain halal-haram dan suci-najis. Dan hal-hal semacam itu. Ayah takut kamu kuasai dunia tapi gak ngerti hukum islam, nak.

Ayah gak kebayang, pascatiada nanti kamu jawab apa waktu ditanya, “Kenapa dulu kamu lebaran duluan dibanding tetanggamu?” Apa kamu bakal jawab, “Abis di tanggalan lebarannya tanggal segitu, saya kan gak tahu aturan sebenarnya gimana.” Terus ditanya lagi, “Lantas, kenapa kamu tidak cari tahu ilmunya?” Apa kamu berani jawab begini, “Saya kan mau sekolah sampai S3, mau punya rumah besar, mau jadi anggota dewan, target saya banyak, jadi belum sempat mendalami islam.” Berani?

Al ‘ilmu qobla ‘amal, nak. Beramal setelah kamu punya ilmunya, jangan sembarangan ikut-ikutan. Orang tahlilan kamu ikut tahlilan. Orang pacaran kamu ikut pacaran. Aduuuh, nak. Jangan. Jangan jadi orang yang “qila wa qola”, masih gak jelas dasarnya, eh malah disampaikan. Jangan katanya katanya. Kamu harus tahu betul apa dalilnya, hukumnya gimana, baru bisa melakukan atau menanggapi sesuatu. Kamu tahu kan, qila wa qola itu termasuk satu dari tiga hal yang dibenci Allah? Coba buka lagi kitab Muslim kamu.

Dalamilah ilmu agama, nak. Malaikat akan membentangkan sayap-sayapnya karena senang padamu yang sedang mencari ilmu. Sampai ikan-ikan di lautan, semua mendoakanmu, nak. Kalau kamu jadi pengajar dan pengamal Al-Quran, ayah bakal dapat mahkota emas yang terangnya lebih dari matahari. Itu jauh lebih membanggakan dari ayah dipanggil mau diberi penghargaan karena kamu meraih nobel. Ayah dapat mahkota, kamu tentu dapat lebih dari itu, nak.

Setelah ilmumu kuat, aplikasikan, sebarkan, dan perjuangkanlah semaksimal yang kamu bisa, nak. Jangan takut cacian orang. Jangan menyerah walau sedunia ini memusuhi kamu. Gigit agamamu dengan gigi geraham. Lebih baik kamu hidup dengan ngangon kambing di Gunung Leuser sana ditemani 200 harimau sumatera daripada kamu hidup makan enak dan mudah tapi gak bisa aplikasikan agamamu.

Nak, dari dulu orang hebat itu selalu dianggap asing di zamannya. Itu bukan berarti kamu harus menjadi asing, nak, bukan. Tapi, risiko kamu “diasingkan” masyarakat itu besar kalau kamu bawa nilai-nilai baru, atau nilai-nilai lama yang dianggap baru.Anak muda seperti kamu punya tenaga dan semangat yang jauh lebih besar daripada orang tua kayak ayah begini. Ibnu Umar, pada usia 13 tahun ingin ikut dalam Perang Badr, tapi dilarang, nak, karena masih terlalu muda. Ia akhirnya ikut dalam perang Khandaq pada umur 15 tahun. Sejak belia, beliau senang mencari ilmu, nak. Beliau menjadi periwayat hadits kedua terbanyak setelah Abu Hurairoh.

Kamu tentu sering dengar Ali bin Abi Thalib, anakku. Beliau sudah menjadi bintang lapangan pada Perang Badr, saat usianya masih sekitar 25 tahun. Beliau menjadi pimpinan pasukan Perang Khaibar, beberapa tahun kemudian, yang akhirnya menang gemilang. Beliau yang membunuh Marhab, panglima besar Yahudi. Semua dalam usia belia, anakku.

Imam Bukhori yang menyusun hadits tershahih sampai sekarang, beliau mulai berkelana pada umur 16 tahun. Jiwa muda yang tetap teguh belasan tahun menghimpun hadits-hadits shahih. Kamu tahu apa yang terjadi pada Imam Bukhori, anakku? Beliau diusir dari kampung dan menjadi musuh banyak orang pada zaman itu. Tapi itu tidak membuatnya gentar.Selanjutnya giliran kamu yang meneruskan perjuangan. Selamat berjuang nak, luruskan niat, ayah selalu mendoakan.

Oleh Muhammad Iqbal

Tuesday, December 18, 2012

Bye Lakon... Formica, Go Get'em!

Assalamualaikum!

Hampir empat bulan ya gue vacuum dari kegiatan tulis-menulis (ketik-mengetik) di blog ini. Iya, sibuk kuliah euy... *gaya*

So, what's up? Hm... MMMBUUUANYAK BANGET yang mau gue ungkapkan selama empat bulan terakhir ini! Dimulai dari masa PAB: Ormosia dan Oricula yang penuh dengan drama; keikutsertaan gue dalam Teater Lakon di Festamasio dan FTI, lanjut PAB: LKM yang membuka seluk-beluk kehidupan (tujuan utama) seorang 'mahasiswa' dan mengajarkan bagaimana ber-AKSI hingga dinobatkan menjadi Anggota Biasa; ikut panitia sana-sini, berusaha menyatukan angkatan, stress kebanyakan kegiatan, menetapkan calon istri...(?) lupakan. Lanjut, terus nginep di rumah Sky berkali-kali hingga terjerumus dalam komunitas-komunitasnya, dan yang terbaru adalah keseruan di acara Forest For Us 4! Whohooo!

Jadi... apa? Nah, bingung sendiri kan? Iya. Heran, giliran sedang tidak berhadapan dengan Prof. Semut, laptop gue, rasanya semua pemikiran-pemikiran gue ini menumpuk di otak. Eeehhh... giliran sekarang, tangan sudah berusaha menari di atas keyboard, there isn't any idea out of my mind. Sedih.

Intinya sih adalah... Di sini, officially, gue ingin menyatakan bahwa diri gue: resign dari Teater Lakon. WHYYYYY?! Teringat kata-kata (kunci) Kak Saleh, "Utk saat ini tugas utama hidup kita apa?" serta wejangan dari Kang Zamzam yang cetar membahana... (?)

Jujur saja, seharusnya sebulan kemarin setiap hari Rabu dan Sabtu sore sampai malam gue harus mengikuti diklat Teater Lakon, sebagai alur kaderisasinya. But, karena di jurusan yang notebenenya masih gue nomorsatukan, dengan kegiatan-kegiatan di mana "urang deui, urang deui", yaaa... I felt sooo capek. Waktu untuk datang diklat pun tak terpenuhi. Masih gue ingat, hanya sekali gue datang diklat dan itu pun di hari pertama, materinya olah tubuh. Tidak bisa gue pungkiri, ilmu-ilmunya amat saaaaangat bermanfaat, tidak hanya untuk kehidupan di teater, tapi untuk kehidupan sehari-hari. Itu baru olah tubuh lho. Belum yang lain-lain. Tapi... dengan ikhlas gue harus 'menunda' mimpi gue dalam bidang ke-teater-an itu.

Ya mau bagaimana lagi? Kata para pendahulu gue (baca: kakak tingkat), terutama yang kelas C, semester dua itu adalah semester yang padat. Sampai dibilang, "kalian nikmatin aja semester satu, nikmatin tidur, ikutin panitia sana-sini... karena masih kosong banget. Nanti deh pas semester dua, beeeuuuhhh..." (btw, mungkin yang gue tulis ini tidak identik dengan yang aslinya pas dituturkan) begitu. Mendengarnya, gue menjadi semakin yakin bahwa mau tidak mau gue harus fokus terhadap jurusan gue. Kalaupun mau ber-kegiatan (read: mengembangkan diri), ya di jurusan saja. Toh, jurusan gue itu, Jurusan Pend. Biologi UPI, memiliki se-GUDANG kegiatan yang waow bangete. Iya, waow bange-te. Dan sekali lagi, advice dari Kang Zammy pun sangat gue resapi maknanya. Yup! Bismillah!

So? Ya, dengan penuh keikhlasan (harus), gue melepas TEATER Lakon, untuk saat ini dan fokus terhadap Jurusan gue, terutama keluarga/angkatan/Formica 2012 yang sudah gue cintai dan sayangi... karena ALLAH SWT. Dan untuk Teater Lakon beserta spesies-spesies di dalamnya, gue mengucapkan TERIMA KASIH BANYAK karena telah membiarkan gue merasakan dunia ke-teater-an yang luar biasa di Lakon. Setengah semester pertama bersama Lakon benar-benar suppperrrppp banget! Buat teman-teman yang masih diklat, keep fighting ya! Apalagi Rahayu nih, teman sejurusan yang akhirnya tetap bertahan, di mana gue yang awal-awal terlihat semangat, sekarang malah mundur, hehe, maaf ya Yu... But, lo strong kok! Hebat! Pokoknya kalian harus semangat deh! Pasti bisa menjadi pengurus Lakon periode selanjutnya dan yang pasti menjadi angkatan yang solid serta... IKHLAS! Dan akang-akang/teteh-teteh senior yang keren banget ilmunya, terima kasih banyak... Terutama untuk Kang Bahuy dan Teh Dewi, ah cetar sekali. Serta senior-senior lainnya di Lakon yang tidak bisa saya sebut satu per satu, kalian keren banget deh. Hm... wajib lah ya berikan saya info kalau Lakon ada pertunjukan. InsyaAllah, saya sempatkan waktu untuk "menikmati-nya", hehe. Sedih nggak sih ini posting-an? Nggak ya? Hahaha, kurang deep berarti ya. Sekali lagi, MAAF dan TERIMA KASIH.

Salam Cinta.

Ila liqo,
Wassalam!

Saturday, September 8, 2012

Tanggung Jawab, Bersyukur, Bismillah!

Assalamualaikum!

Malam Minggu sendirian di kamar ditemani Prof. Semut, laptop kesayangan gue. Yang jelas gue bukan jomblo dan NGGAK MAU BANGET disebut demikian. Why? As I know, dalam arti secara harafiahnya *apasih* jomblo itu artinya tidak laku. Jadi? Please, gue nggak mau banget dibilang dan nggak akan pernah mau memakai istilah itu. Cukup: (masih) single, hehe. Masih ada waktu, insyaAllah, 4 tahun lagi kan untuk meminang sang calon istri yang masih misterius? Hehehe...

Lima hari pertama di dunia perkuliahan telah berlalu. By the way, di postingan sebelumnya gue mengatakan bahwa postingan setelahnya adalah HIMPUNAN ya? Materi kuliah Mat-Das pertama gue? Iya. Tapi... sekarang gue lagi ingin mengutarakan hal yang lain... bisa dibilang... Curhatan... *as usual kan?* Iya, gue mau membahas dunia perkuliahan dan kampus yang telah gue geluti dalam lima hari terakhir (pertama) ini.

Sebelumnya, postingan ini gue tujukan spesial untuk teman-teman satu angkatan 2012 Jurusan Pend. Biologi UPI, baik kelas Pendidikan maupun Non-Dik. Gue benar-benar ingin mengucapkan terima kasih banyak kepada kalian yang telah mempercayai gue sebagai Ketua Angkatan kita. Sebenarnya kurang cocok ya gue berterima kasih, karena pada dasarnya ini adalah amanah, dan bukan hadiah. Tapi apapun itu, gue berusaha menganggapnya sebagai suatu anugerah dari Sang Maha Penyayang, dan karena itu diberikan via kalian, maka gue ucapkan Terima Kasih kepada kalian selain Alhamdulillah kepada-Nya.

Lima hari pertama sudah berjalan. Gue akui, gue masih banyak kekuarangan... By the way, maaf ya gue masih menggunakan "gue", walaupun di keseharian gue sudah meredusikannya. *lanjut* Iya, gue ingin MINTA MAAF kepada kalian atas segala keterbatasan gue. MINTA MAAF atas segala kekurangan yang ada di dalam diri gue. MINTA MAAF atas ketidakkonsistenan sikap gue. MINTA MAAF karena gue masih labil. MINTA MAAF karena gue masih suka pusing sendiri, yang notabenenya gue nggak perlu pusing. MINTA MAAF juga untuk informasi-informasi yang tidak tersampaikan untuk satu angkatan. MINTA MAAF karena sering menyusahkan kalian, yang seharusnya gue bisa membantu kalian. Well, "woles aja kali Dam, ini kan baru awal." Iya. Memang betul. Justru karena masih awal ini, gue buru-buru meminta maaf dan berusaha mengoreksinya agar tidak berlarut-larut.

Gue juga sangat mengharapkan kekritisan kalian dalam menyikapi perilaku gue. Iya, Nobody's Perfect and... I'm nobody. (eh?) Bukan. Maksudnya, gue memang tidak sempurna, dan seperti di atas, gue masih banyak melakukan kesalahan. Oleh karena itu, gue sangat memohon kalian, PLEASE, dengan sangat WELCOME, gue sangat menerima kritikan, komentar dan masukan dari kalian semua :') Apalagi dalam menjalani tugas yang gue imani ini bahwa Ketua Angkatan itu harus bisa mempersatukan angkatan-nya. That's it!

Lima hari pertama gue juga sudah menyelami sebagian seluk-beluk kampus... Okay, sedikit curhat *tidak sedikit, tapi banyak* gue orangnya amat sangat terbuka, tapi yang pasti gue berusaha tidak membuka aurat. Awalnya, di kala gue mendapat pengumuman SNMPTN Tertulis bahwa gue "berhasil" diterima di Biologi UPI... gue merasa itu sebuah kegagalan. Karena pilihan pertama gue SITH ITB, yang sudah dari dulu gue ngebet banget mau masuk sana. BUT... sejalan dengan waktu, di mana gue mulai mengenal UPI, berkenalan dengan senior via sosial media, kepo-kepo-in ini jurusan, ikut MOKA-KU, bertemu kalian, bertemu dosen-dosen dan kakak tingkat, bertemu dosen pembimbing... and once again, bertemu kalian... It's a WAOW! Memang TUHAN tahu banget banget banget apa yang menjadi KEBUTUHAN gue, bukan KEINGINAN gue. Ya, gue amat sangat bersyukur bisa berada di sini, di UPI, FPMIPA (JICA), Jurusan Pendidikan Biologi, Prodi Biologi... YA! AMAT SANGAT BERSYUKUR! Dan jujur... GUE BANYAK BELAJAR BANGET DARI KALIAN, walaupun ITU BARU 5 HARI (+ MOKA-KU 4 hari sebelumnya...)! :') Seriously. Lebay? No. Gue jujur. Dan gue sangat mensyukurinya.

Mungkin, kalau gue masuk ITB... ehm... I wouldn't get that SPECIAL OFFER! Mungkin gue bisa jadi lebih sombong... angkuh... dll. Tapi di sini :') oh my... Gue mendapat pelajaran kehidupan yang amat sangat berharga. Dan yang gue syukuri pula, entah ini karena masih di awal atau apa tapi yang jelas gue harap berlanjut sampai seterusnya, adalah... kalian semua: BAIK :-) Ya, ini juga bisa menjadi doa juga. DOA untuk kita semua agar kita menjadi orang yang BAIK. Aamiin.

Satu pesan dari lubuk hati gue yang paling dalam *azek* adalah...
Walaupun ke depannya kita akan jarang bertemu dalam satu kelas, terutama kelas A&B dengan C, tapi gue harap kekompakan dan keakraban kita dalam satu angakatan masih terjaga dan insyaAllah kita bisa lulus dan ber-wisuda bersama, aamiin! :')

Selain itu, ospek jurusan pun segera menanti, dan gue harap... kita semua bisa saling berpikir positif. Please, Be Positive (thinking)! :) Gue tahu, mungkin beberapa dari kalian ada yang keberatan dengan segala macam embel-embel yang ada di ospek jurusan, Ormosia Campusii nanti. Dan gue pribadi, berpesan agar janganlah sungkan untuk mengatakan keberatan itu. Kalaupun itu tak bisa mengubah 'takdir' yang sudah ada, jangan pula sungkan untuk meminta bantuan. Jujur, gue berusaha agar bisa membantu se-optimal mungkin. Dan, masih banyak pula teman-teman kita yang siap membantu jika diminta pertolongan, iya kan? ;) *AWAS! Ngancem, hehe, canda*

Oh iya, tambahan juga, selaku Ketua Angkatan, gue juga berharap untuk diri gue sendiri agar bisa membantu menyelesaikan problema yang ada di angkatan, dan mungkin jika ada di inter-angkatan, karena gue sangat menyukai hubungan persaudaraan yang harmonis, tanpa ada rasa dendam antara satu dengan yang lain. Ya, Pro dan Kontra itu biasa. Dan di sinilah, terutama kita sebagai MAHAsiswa, kita dituntut kedewasaan-nya dalam menghadapi suatu masalah :) Okay? Jadi, gue siap membuka masukan-masukan dari kalian dan... curhatan juga boleh ^-^v hehe.

Terakhir, dengan mengucap BISMILLAH, DENGAN NAMA ALLAH, gue siap menempuh minggu-minggu berikutnya bersama kalian dalam dunia yang memang berat, dunia perkuliahan! :-) Para KM-KM kelas yang kece dan berpengalaman pun siap merangkul teman-teman yang lain, iya kan? Semoga kita semua semakin kompak, semakin semangat dan... SUKSES! SUKSES UNTUK SETIAP DETIK DALAM HIDUP KITA! *tepuk tangan untuk kita semua*

Formicaaaaa...
Bio, Bio, Bio, HU! Bio, Bio, Bio, heeeeeuuuppppp hAH!!! *btw, sebenarnya gue lupa jargonnya apa, jadi kalau ada yang ingat yang benar, silakan beri tahu ya. Thanks!*

Thanks for reading! ^-^
Ila liqo,
Wassalam!

Wednesday, September 5, 2012

Awal Kuliah


Assalamualaikum!

Hai hai hai! Saat gue mengetik postingan ini, gue sudah resmi ya menjadi mahasiswa UPI Jurusan Pend. Biologi, Prodi Biologi. *aseeek*

Ada beberapa teman gue yang sms ke gue dan menanyakan kabar kuliah. Yang jelas, mereka bukan dari Bandung, hehe. Oh ya, tambahan lagi, sang Ibu tercinta juga sms ke gue :')

Hari pertama (3/9): GUE TELAT! Awalnya gue mau bareng Agung, tapi kita diskomunikasi. So, mungkin ada kali 10 menitan kita menunggu satu sama lain yang jelas-jelas bukan pada tempat yang sama. Alhasil, baru berangkat (naik di motornya Agung) jam 7, sedangkan kuliah pas hari Senin itu dimulai jam... 7. Dan perlu diingat bahwa saat itu: MACET. MACET. MACET. GOOD BANGET KAN? Alhamdulillah-nya... yang datang saat itu asdos yang baik banget and fun! :') Jadinya nggak masalah. Tapi, gue duduk di belakang. Di lantai pula. Sedih. Oh ya, kuliahnya waktu itu Biologi Umum.

Ternyata waktu masih tersisa banyak sebelum masuk kuliah selanjutnya, Fisika Umum. Apa yang kami (kebetulan saat itu satu angkatan digabung semua-kelas A, B, dan C) lakukan? Gue berinisiatif maju ke depan. Soalnya pas malamnya di-sms kakak tingkat bahwa hari itu:
1. Memilih Ketua Angkatan
2. Jadwal Audiensi Prototype.
Majulah gue ke depan. Ingin  membahas sms-nya. Iya, gue jadi Jarkoman.

Blablablablabla... dan... ... ... Jadilah gue Ketua Angkatan 2012 Jurusan Pend. Biologi UPI. Ya -_-" Habisnya, tak ada yang mau maju lagi sih mengkandidatkan dirinya. Ya sudahlah, dengan rasa penuh tanggung jawab, gue berani dan menerima amanah ini. Toh, ini demi kekompakan satu angkatan, it doesn't mean all about me. But, US! ;-)

Ternyata kelas Fis-U kosong! Dipakailah waktu yang kosong itu untuk membahas segala kebutuhan angkatan. Ya, terutama prototype yang akan digunakan untuk ospek jurusan. Kalau di J.P.B. namanya Ormosia Kampusii. Ada beberapa hal dalam prototype yang harus sama satu angkatan. Seeep! Harus kompak banget-bangetan dong ya, hehe. Selain itu kita juga membahas KM (Ketua Mahasiswa), semacam ketua kelas gitu. Tapi yang jelas, saat itu gue tidak mau menjadi kandidat KM juga. Masa double? Dan terpilihlah KM-KM:
Kelas A - Rizky Akbar
Kelas B - Dika
Kelas C - Sky. (dibaca: skai. Oke, keren ya? Nama asli: M. Rizky Fauzi. Panggilan: Sky)
Ngomong-ngomong, kok ikhwan semua? Yaaa... karena kami limited edition, langka, yaaa di-iiistimewa-kan lah ya. Apalagi buat jadi babu. Sedih.

Hari ke-2! (4/9) Jam 9 ada jadwal audiensi prototype dan... again... GUE TELAT! (╥﹏╥) Sumpah, gue sangat marah dan menyesali diri gue. Iya, sekali lagi gue telat. Karena:
1. Gue tidak bareng siapa-siapa, alias harus naik angkot di mana untuk mendapatkan angkot dari Cimahi (tempat tinggal gue saat ini) ke arah Ledeng (nama daerah UPI) harus menempuh jarak yang jauh (read: jalan kaki). Ada kali 1-2 km. Mungkin kurang dari 2 km.
2. Angkotnya lamaaa pula. Dan setelah dinaiki pun... masih saja ngetem lamaaa pula. Oke, untuk yang satu ini gue tidak mau menyalahkan abang-abang supir angkot. *Prinsip... gue berusaha untuk tidak menyalahkan orang lain. Apalagi men-judge*
3. Turun dari angkot Cimahi-Ledeng itu pun gue harus berjalan, LAGI, untuk sampai ke kampus JICA, Japan International Cooperation Agency, (nama kampus FPMIPA UPI, tempat gue berkuliah). Astaghfirullah... Dan perlu diingat, saati itu sekitar jam 9-an ya, di mana matahari mulai terik, walaupun tidak terik-terik amat. NO PROBLEM! :') Di sini gue tidak mengeluh, hanya sharing saja ya. *Niat: tidak ingin mengeluh*

Datang-datang di sana pun sudah sedikit berkeringat. Dan telat yang pasti di mana pembahasannya sudah dimulai. Mau nggak mau nanti tanya sama yang sudah datang. *sigh*

Jadwal kemarin itu adalah Mat-Das dimulai jam 1 siang. Dan... ADA DOSENNYA! Akhirnya... bisa kuliah beneran juga, yang ada dosen. But, dosennya juga terang-terangan aja kalau beliaunya tidak se-hardcore yang biasanya. Ya, mungkin karena masih awal. Pembahasannya? Postingan selanjutnya ya! ;-)

Selesai jadwal kuliah, gue meminta file-file dari Lea dulu. File-file yang sangat menunjang kita untuk kuliah ke depannya. And after that... gue minta tebengan sama... Agung :') Alhamdulillah. Dan sebelum kita berdua pulang, again, gue rada-rada :menyusahkan", gue meminta ke Agung untuk ke PKM (Pusat Kegiatan Mahasiswa) dulu karena gue mau mendaftar UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) Aquatik Bumi Siliwangi, salah satu UKM yang bergelut di bid. olah raga, terspesialisasi untuk semua olah raga air. Yeee! Dan gue sudah mendaftar! Pertemuan di Aquatik dimulai tanggal 12 Sept. Yap! InsyaAllah, UKM yang gue ikuti ini berkah, aamiin.

And... That's all for 2 hari pertama kuliah gue yang... sesuatu dan mengesankan. Oh iya! Satu lagi! Jadwal kuliah masih berantakan. Di kartu rencana studi (KRS) gue dan semua anak-anak kelas C, Prodi Biologi, di mata kuliah OR tidak ada dosennya. Belum lagi jadwal kuliah Mat-Das sampai 2x seminggu. How come? Fufufu... kuliah itu... eits! Kalimatnya begini saja: InsyaAllah gue pasti bisa dan sanggup WAAALAUPUUUN kuliah itu berat! :') Dan sangat berbeda dengan SMA, di mana kita tinggal masuk kelas, belajar, dan... serasa disuapi sih.

Oke deh. Itu saja, the next posting is about HIMPUNAN, materi kuliah yang gue dapat kemarin. Yaaa, sekalian belajar deh gue ^-^ *azek*

Dan... postingan-postingan yang belum diposting... :') mohon diikhlaskan ya, sehingga tidak menjadi hutang buat gue, huhuhu. *kelamaan sih...*

Thanks for reading!
Ila liqo!
Wassalam!

Saturday, September 1, 2012

Mahasiswa UPI 2012

Assalamualaikum!

Waaah... sekarang memasuki bulan baru nih, insyaAllah di bulan ini keberkahan senantiasa mendatangi kita ya! Dan rezeki... bisa bertemu kita, hehe. *teringat ceramahnya A'a Gym kemarin*

So... what? Alhamdulillah, ospek universitas di tempat gue berkuliah (nanti), MOKA-KU (Masa Orientasi Kampus dan Kuliah Umum) UPI 2012, Jumat (31/8) kemarin sudah ditutup! *yeaaaaay* Jas almamater berwarna biru muda ke-abu-abu-an pun sempat gue kenakan pas penutupan itu. Yak! Resmi, kami, mahasiswa baru menjadi mahasiswa UPI 2012! Yeee!

Empat hari ospek yang harus datang sebelum jam 6 lewat kurang 15 menit dan diakhiri sekitar jam 4-an itu cukup melelahkan lho... tapi seru! Apalagi, gue mendapat banyak teman baru, baik dari satu jurusan maupun beda fakultas. Asyik banget!

Hari pertama, Selasa, upacara pembukannya itu cukup WAOW! Rangkaian tradisi adat Sunda cukup membuat gue terperangah! Gila, keren deh... alas musiknya... paduan suaranya yang ternyata juga maru (mahasiswa baru), dan... penari-penarinya mayoritas maru! Hanya 1 atau 2 orang yg kakak tingkat, mungkin. Pengucapan janji mahasiswa baru juga so deep tuh! Paling... hanya sambutan-sambutan yang cukup.. ng... you know lah ya? Hahaha. Oh iya, jangan lupa, sebelum ke gymnasium untuk opening, para maru berkumpul di sektornya masing-masing yang telah ditentukan. Jurusan Pend. Biologi berada di sektor 4 dengan memakai segala atribut yang meliputi nametag dan pita berwarna kuning. NAH! Kakak oratornya nih! WIIIHHHHH! Semangat banget! Gue yang tadinya sedikit ogah-ogahan ikutan ospek... eeehhh... malah jadi girang sendrii! Hahaha. Seru deh!

Hari kedua, maru dikumpulkan per fakultas. FPMIPA ya berkumpul di depan FPMIPA. Di hari itu, kami semua, maru FPMIPA jadi lebiiih tahu mengenai kampus kami tercinta, FPMIPA UPI! Gedungnya? Keren banget. Fasilitasnya juga, hehe. Jadi semakin tidak menyesal karena telah masuk di Biologi UPI. Juga, gue jadi semakin dekat dengan teman-teman satu jurusan Pend. Biologi! Terutama cowok-cowok prodi Biologi yang hanya terdiri dari lima manusia. Iya, lima laki-laki dari 28 manusia yang ada di prodi Biologi. Kalau total nya, Pend. Bio + Bio, laki-lakinya hanya ada 16 jiwa dari jutaan *lebay* yaaa sekitar 100an jiwa lah. Parah ya? Limited edition banget. Hahaha. Kami, para lelaki, memang di-iiiiistimewa-kan di sana. Kenapa? Ya, kalau ada kerja berat, angkat galon, angkat sana-sini, pasti kami yang didahulukan untuk melakukannya. Sedih. Hahaha. Canda. Semangat kok!

Hari ketiga, semuanya dikumpulkan per sektor lagi. Nah, jadwal hari ini adalah penampilan dari UKM-UKM yang ada di UPI! FYI: kaaatanyaaa... UPI adalah universitas yang memiliki paling banyak UKM di Indonesia lho... Nah, khusus yang satu ini, gue mau buktikan dulu, mau survey dengan anak-anak UI, ITB atau UNPAD, hehe.

Memang banyak banget sih UKM yang tampil, dari berbagai UKM jenis bela diri, fotografer, teater, paduan suara, kesenian, dan masih banyak lagi. Itu pun yang tampil belum semuanya. Ada beberapa UKM yang tidak tampil, contohnya Tenis lapangan. Dan yang pasti, gue benar-benar BINGUNG saat itu. Ada kali tadinya gue mau masuk sekitar 10 UKM. Gila kan? Hahaha. Tapi sebelum masuk masa-masa di UPI, gue sudah jauh hari merencanakan untuk masuk Teater (Lakon) dan Renang (Aquatik Bumi Siliwangi). Ya, untuk saat ini, jalani saja dua UKM itu dulu. UKM yang sekiranya adalah bidang gue, yang sudah gue geluti sejak lama.

Hari terakhir... rasa-rasanya mau sekali acara ini berakhir... dan sekarang acaranya adalah ospek jurusan. Yak, sekarang semakin dekat lagi dengan BIOLOGI! Hari itu kami diperkenalkan dengan BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa) HMBF (Himpunan Mahasiswa Biologi Formica) UPI. Yaaa, semacam "OSIS"-nya Jurusan Pend. Biologi gitu. Ada juga DPM (Dewan Perwakilan Mahasiswa) HMBF UPI. Di samping itu, kita diperkenakan dengan unit kegiatan jurusan, BIOCITA (Biologi Pecinta Alam) dan KSI (Kelompok Studi Ilmiah). Dan jika kita ingin bergabung ke dalam organisasi-organisasi di jurusan tersebut, mau tak mau ya harus mengikuti "alur kaderisasi", semacam ospek jurusan, dan itu akan berakhir 3 bulan kemudian. Hehe. SEMANGAT!

Dan... sore harinya... penutupan! Eits, sebelumnya ada ceramah dari A'a Gym lho... wait... A'A GYM BROOO!!! *norak* hahaha, canda. Nggak heran sih, orang UPI di belakangnya ada pesantrennya A'a Gym, hehe. Dan di sana, sang kyai memberikan penyakit TENGIL, Takabur-Egois-Norak-Galak-Iri-Licik, dan cara-cara menyembuhkannya. Kapan-kapan gue share ya di sini.

Masih belum usai, kami para maru juga membuat rekor muri lho! Rekor pembuatan tempat pensil dari botol bekas terbanyak dengan jumlan 3000 lebih! Waaaooowww... gila men, gue masuk rekor muri! (?) Hahaha.

Dan akhirnya, selesai lah acara MOKA-KU 2012 dengan diakhiri para maru berjalan keluar gymnasium dengan mengenakan jas almamater UPI. Yak, hari Senin nanti... dimulailah dunia perkuliahan gue :') Semangaaattt! SEMANGMA! Semangat, Mahasiswaaa! HIDUP MAHASISWA!

Thanks for reading,
Ila liqo,
Wassalam!

Tuesday, August 21, 2012

Jatinangor oh Jatinangor (UNPAD)

Assalamualaikum!

Sudah sebulan lebih gue tidak mengetik di blog ini. Ada yang baru? BANYAK! Karena masa sudah berubah, gue ingin tampil di sini dengan nuansa yang baru, tanpa harus mengganti lagi dengan blog yang baru, hahaha. Okay, gue mau memperkenalkan diri gue yang sekarang:

Nama : ADAM ANDYTRA
Umur : 18 tahun
Kuliah : Universitas Pendidikan Indonesia, Fak. Pendidikan Matematika dan IPA, Jurusan Biologi.

Yak! Gue sudah diterima di salah satu PTN di Indonesia! Alhamdulillah! Fix, status gue sekarang mahasiswa, walaupun belum dilantik sih, hehehe, tapi gue sudah punya KTM-nya lhooo...
Dan oleh karena itu, harap maklum kalau penampilan tulisan (ketikan) gue di sini sudah berbeda, begitu juga dengan gaya bahasanya, hohoho.

Masuk ke topik di judul! Jatinangor oh Jatinangor, dalam kurung UNPAD. Ada apa?
Jadi kemarin siang (30/7) gue pergi jalan-jalan ke Jatinangor dengan niat utama: mengunjungi teman-teman yang berstatus sebagai mahasiswa/i UNPAD. Maklum, gue di Bandung (Cimahi) sedang tak ada urusan yang serius, alias nggak ada kerjaan. Urusan gue di UPI sudah selesai, tinggal menunggu MOKA-KU (Masa Orientasi Kampus dan Kuliah Umum) pas tanggal 28-31 Agustus nanti. Daripada gue bengong, mending gue main kan?

Gue ke sana naik Damri dari depan UNPAD Dipati Ukur (D.U.) jam 11 siang. Teman duduk gue adalah seorang berdarah tanah Papua. Lebih tepatnya dia berasal dari kota Sorong. Orangnya ramah pisan. Banget. Bahkan, selama perjalanan tak berhenti gue mengobrol dan berdiskusi bersama beliau, dimulai dari soal UNPAD, kota-kota di Papua, hingga Yohanes Surya. Keren kan? Senang banget rasanya bisa bertemu dan mengobrol dengan beliau. Wawasan gue pun terbuka, terutama untuk kemajuan di daerah Papua. Thank You, God!

Sekitar satu jam di perjalanan, sampai lah gue di depan Kampus UNPAD Jatinangor. Kesan pertama turun dari bus adalah angin yang sepoi-sepoi dan view pegunungan yang alami turut menyambut kedatangan gue di tanah Jatinangor. Great banget! Di sana pula gue berpisah dengan mas-mas (nggak cocok) bapak-bapak (nggak terlalu tua) orang Papua itu, karena dia ada urusan di kampus tempat dia kuliah, Universitas Winaya Mukti yang tidak jauh dari UNPAD.

Excited! Gue pun langsung meng-sms beberapa teman gue yang ada di UNPAD. Sedih, Siti (teman MTs; SMAN 105, Ilmu Komunikasi) tidak bisa menemui gue hari itu karena dia harus membenahi tempat kost-nya dan ada acara buka puasa bersama di tempat kost-annya tersebut. Vianda? (teman SMA, kenal via AFS; SMAN 105, Budaya dan Bahasa Jepang) Yang notabene-nya cs-annya Siti, otomatis tidak ketemu juga dan mungkin memang dia belum tahu kalau gue mau ke UNPAD, ckck.

Masuk-masuk, gue langsung mencari masjid. Mau nyolong sendal orang. Yang nggak lah! Mau sholat. Tapi ketemunya musholla UKM, lebih dekat. No problem. Setelah menunaikan sholat Dzuhur, gue menuju ATM Center, hanya ingin sekadar check saldo, hehe. Dan di sana lah gue didatangi oleh Jami (teman SMA, kenal via Silaturahmi Akbar Rohis Alumni SMAN 28; SMAN 28, Geofisika). Waaah! Akhirnya bertemu dengan Jami lagi. Senang dong ya, hehehe.

Setelah bertegur sapa, kita putuskan untuk menuju Masjid Ibnu Sina Kampus UNPAD Jatinangor yang jaraknya jauuuuuh aja dari tempat gue dan Jami bertemu. Tidak hanya jauh, menanjak dan panas. Seakan-akan kesan pertama gue akan UNPAD yang sejuk menjadi sirna. Sirna...

Sesampainya di sana, tanpa diduga dan tanpa gue kabari sebelumnya, gue bertemu dengan Ama!!! (teman TK; SMPN 103, SMAN 68, Teknik Pangan) Cukup girang, apalagi menyadari bahwa Ama yang mantan teman TK gue ini sekarang adalah: kerdus. Wkwk, maaf ya Ma kalau lo baca ini. Haha, tapi lo memang agak stres, dan gue tak menduga lo seperti itu, hahaha.

Ama pun mengambil air wudhu karena ingin sholat. Gue dan Jami masih tetap mengobrol. TARAAA!!! Akhirnya datang juga, Tyo (teman SMA, sama seperti Jami; SMAN 28, Teknik Informatika) yang sudah berjanji untuk menemani gue jalan-jalan di UNPAD. Tapi janjinya tidak ditepati, hahaha. Nah... setelah cukup lama kita bertiga berbincang-bincang di depan Masjid Ibnu Sina, akhirnya Tyo mengajak (sepertinya gue yang meminta deh, hahaha) gue dan Jami ke kost-annya yang tidak jauh dari situ.

Kost-an Tyo pewe abis! Enaaak! Walaupun seharga 6,5 juta per tahun, tapi memang standar! Apalagi kamar mandi di dalam dan legaaa banget... ya Tuhan... mau banget punya kamar seperti itu, hahaha. Well, setelah itu gue di-sms Bunga (teman SMA; SMANU M.H. Thamrin, Kedokteran) agar segera menuju kembali ke ATM Center, untuk ketemuan. Berpamitlah gue dan Jami kepada Tyo yang sangat baik, mengizinkan gue berkunjung ke tempat kost-nya dan... ternyata, demi gue, dia membatalkan niat tidur siangnya :') terima kasih banyak Tyo!

Sampai di dekat gerbang UNPAD yang dekat ATM Center, gue dan Jami pun berpamitan (juga), dia mau balik ke tempat kost-nya di Cikuda. Dan, sekali lagi, terima kasih banyak untuk Jami, demi gue, dia rela keluar kost-an dan pergi ke kampus UNPAD di siang hari yang panas :') Ooohhh...

Setelah menunggu kurang dari 5 menit, akhirnya gue melihat Bunga dan Ale (teman SMA; SMANU M.H. Thamrin, Kedokteran) dari dalam ATM Center. Maka, gue samperi mereka dan gue sangat senang! Akhirnya bisa bertemu mereka lagi setelah... pokoknya lama deh! Apalagi ada yang berubah dari penampilang Bunga...(tidak perlu dibahas detail ya? Hehehe) Sekarang kita mau main ke kost-annya Selma! (teman SMA; SMANU M.H. Thamrin, Farmasi)

Awalnya kita naik angkot nih ke kost-annya Selma, tapi pas balik ke UNPAD, kita (gue, Bunga, Ale) jalan kaki karena menyadari jarak kost-annya tidak terlalu jauh. Naaah, belum sempat sampai di kost-annya Selma yang memiliki 90 kamar, kita sudah melihat Selma jalan keluar arah kita. Senang juga, bisa ketemu "lagi" dengan Selma, hahaha, waktu bukber kemarin di ITB juga sudah ketemu kan? Nah, kita bertiga malah menguntili Selma ke ****maret yang niat awalnya membeli perlengkapan ospek. Ujung-ujungnya, sudah 2-3 putaran, ramai-ramai keluar tanpa membawa belanjaan apapun. Konyol. Akhirnya berpindah ke toko sebelah. Semuanya beres, langsung kembali lagi ke kost-annya Selma!

Benar saja, "gedung" kost-annya Selma itu besaaar sekali! Masuk-masuk berasa di hotel. Yaaa, kita duduk-duduk dulu di lantai dasar sambil bersenda-gurau, bercerita pengalaman di kampus barunya masing-masing (UNPAD dan UPI, lol). Setelah itu, Selma mau menanak nasi di kamarnya. Diajaklah Bunga dan Ale. Gue? Ya nggak boleh masuk lah. Akhirnya gue menunggu di bawah saja, sekalian istirahat duduk-duduk di sofa.

Jam 5 lewat, Bunga dan Ale pun turun, bersama Selma juga tentunya. Mereka berdua akan kembali ke UNPAD, karena ada buka puasa bersama dekan FK UNPAD, dan Selma mau belanja kebutuhan kost. Gue ikut Bunga dan Ale. Setelah berpisah dengan teman se-almamater MHT, gue menunggu someone. HANA! (teman MTs, ada sesuatu; SMAN 14, Psikologi) Yeay! Ketemu Hana lhooo di JTN!

Gue dan Hana pun memutuskan untuk ngabuburi di Jatinangor Town Square (Jatos). Ada cerita yang cukup menyayat hati... gue membeli koin di salah satu tempat bermain karena gue lagi mau main Animal Kaiser!!! (Mohon dimaklumi ya, waktu itu gue lagi kena euphoria Animal Kaiser, soalnya keren sih! Hehe, walaupun yaaa mayoritas pemainnya anak di bawah umur 12 tahun, hehehe) Nah, sudah beli banyak koin, ternyata eh ternyata... Game machine-nya sedang tidak ada kartunya. DAMN! Argh! Oke, kesimpulan gue adalah, tindakan terlalu-nafsu gue itu adalah salah satu contoh ketidakberhasilan gue dalam berpuasa. Alhasil, yang kebanyakan main adalah Hana, walaupun... gue juga ikutan main juga, mainan yang lain...

Keliling Jatos cari tempat makan, sampai pernah masuk ke salah satu resto tapi keluar lagi karena melihat makanannya yang tidak sesuai dengan gambar, ya, lebih kecil... akhirnya kita malah keluar. Mencari Waroeng Steak. Well... PENUH! Banget. Akhirnya kita menemukan kedai makan yang bernama...(kalau tidak salah) Kedai Indra. Fine! Dan di sini gue menemukan makanan yang dari kemarin-kemarin gue ngidami, Ayam Goreng Madu!!! But, pelayanannya... maaf, kurang ya. Nggak apa-apa dong gue berkomentar?

Seusai makan, kita berdua balik. Balik? Oke, Hana balik ke kost-annya. Lah gue? Ke Cimahi? Nooo. Gue menginap. Di mana? Kost-annya DIAS! (pertama kali ketemu pas acara di SMA Sudirman Cijantung waktu kami duduk di bangku SMP; SMPN 258, SMAN 99, Adm. Bisnis) Sewaktu datang ke tempat kost-nya, gue langsung bertemu sama yang empunya kost. Gue tanya Dias, beliau menjawab tidak ada! Nah lho!? Hampir panik tuh gue. Pas gue tanya Dias Ega, oooh, dia tahunya Ega ternyata. Capek deh... Dan akhirnya... bertemulah lagi gue dengan Dias! Setelah terakhir kali ketemu pas TO UN di SMAN 105, wkwk. Ya, 3 tahun (lebih) yang lalu!

Wah, soal teman yang satu ini, gue anggap dia memang baik banget. Banget. (dan kata teman-teman gue yang lain sih memang baik) Bayangkan saja, gue sama dia baru ketemu 2x seumur hidup, haha, selebihnya sih via media sosial. But, Alhamdulillah, Dias baik! Mau menyempatkan kamarnya ditinggali gue semalam. Dan ternyata, itu juga malam pertama Dias tinggal di kost-an, hahaha. Baru masuk dia toh...

Malam pertama di kost-an Dias, baik bagi gue dan Dias juga... cukup angker. Wkwk. Masa tiba-tiba lampunya mati? Terus, setelah mati... keran airnya menyala sendiri. Nah lho?! Wkwk. Oke, no problem sih buat gue, hehe. Tapi seru aja. Yang jelas, semalaman itu diisi dengan curhat mengenai "cewek". Makhluk yang paling kompleks di muka bumi ini.

Oh ya, KOST-annya DIAS ITU... EEENAAAAKKK BANGET! DAN MURAH! 3 JUTA PER TAHUN WOOOYYY!!! INGAT, INI YANG PALING PENTING! Kamar mandi di dalam, ada lemari besar, meja belajar pewe! Aaaaahhh!!! Bentuknya juga rumah susun, jadi asoy banget sama teman-teman di samping-sampingnya. Serius. Envy banget itu gue sama Dias, dapat aja lagi kost-an seperti itu. Ya Tuhan, saya juga mau banget kost-an seperti Dias... Iya, seperti kost-annya Dias aja deh, murah... kalau Tyo kan lumayan mahal, hehe.

Pas malam-malam sesi curhat, Dias bilang ke gue, "besok gue ultah..." terus? Aink kudu salto kitu? Wkwk. Katanya, dia belum pernah dikerjai sama sekali... Sama boss! Gue juga. Oke. Nah, pas besok sahurnya, di depan teman-teman se-kost-an Dias, gue bilang ke Dias, "Happy Birthday ya Yas!" Spontan yang lain pun ikut menyalami dan mengucapkan selamat, wkwk. Agak krik sih, namanya juga masih sahur, dan Dias pun baru lagi di kost. Wkwk.

Setelah sahur, semuanya kembali ke kamar, siap-siap untuk mandi, sholat dan berangkat ke kampus. Mereka, MABA UNPAD, akan melakukan opening ospek Shubuh itu. Ya, jam setengah 6 mereka sudah harus ada di kampus, mau nggak mau gue juga harus ikut, keluar dari kost. Selagi siap-siap, gue turun duluan nih ke bawah... buat apa? Ketemu sama Ibu Kost! Buat apa (lagi)? Memberi tahu soal birthday-nya Dias, wkwk, sekalian menyumbang kue untuk Dias... (heh, itu kuenya gue ikut nyumbang lho Yas, wkwk, mau banget dikasih tahu ya?) Untuk ini... kita lihat nanti malamnya...

Tanggal 1 Agustus, dan semua maba UNPAD berjalan menuju kampus di shubuh hari. Begitu juga gue. Bedanya, gue memakai sweater OSIS SMANU MHT dengan jeans + ransel FLS2N, di kala maba-maba itu memakai celana abu-abu dengan kemeja putih + jas almet + barang bawaan ospek yang... ribet.

Gue: JEBE-JEBE! Dari perjalanan menuju UNPAD pun gue sudah jebe-jebe dengan segerombolan maba UNPAD. Sampai berpisah dengan Dias pun... gue masih JEBE ke UNPAD. Iya, gue masuk lagi ke kampus UNPAD. Mau ke ATM, ambil uang. Bersyukur gue, masuk ke kampus itu yang PENUH dengan maba UNPAD dan... senior-senior yang galak abis. Ya! Gue akhirnya bisa mengetahui gambaran gue pas  MOKA-KU nanti, yang katanya (senior gue sendiri yang bilang) mereka akan galak. Hiii... takut... gue kan phobia sama bentak-bentakan... (bohong)

Yang jelas, pengalama pagi buta gue itu belum selesai. Setelah mengambil uang, gue bertanya ke senior yang galak di mana tempat Damri. Kenapa galak? Gue sudah bertanya dengan senyuman manis ala Richard Kevin, tapi dianya tetap mesem. Sial. Berjalanlah gue menuju gerbang UNPAD di ujung yang lain. Gue kira sepi, tapi ternyata... JRENG!!! Jutaan (lebay) maba UNPAD berbaris! DAMN! Mau nggak mau gue harus tetap menerobos, walaupun gue berjalan di trotoar pinggir jalan, hehe. Tetap, aneh. Jangan lupa, gue pakai sepatu pantofel. Jalan trotoar lurus, dan gue harus berjalan cukup cepat (buat apa pula lama-lama? Mau banget diperhatikan sama maba atau senior UNPAD di sana). Tahu jadinya seperti apa? Model di catwalk. Dan gue mendengar ada yang mengumpat/berbisik mengomentari gue seperti model. Yang bilang itu sepertinya maba. Sekali lagi, sial.

Mau keluar gerbang pun... masih lumayan sesuatu. Nah, sekarang gue benar-benar menerobos para maba. Wuiiihhh... dan akhirnya gue keluar dari kampus UNPAD! Yeay! Dari sana gue langsung menuju Damri dan... Alhamdulillah... back to Cimahi! 5 menit setelah busnya jalan... Oh iya! Gue lupa! Niatnya kan mau main ke SITH yang ada di JTN! Yaaahhh... belum jodoh deh silaturahmi ke sana.

Dan... Pagi itu, gue syukuri... walaupun banyak statement yang nyeleneh, tapi gue bersyukur atas perjalanan ngebolang di JTN yang cukup memuaskan... FUN! Pagi itu indah... hingga jam 9 pagi gue tiba kembali di kamar Tito, adik sepupu gue, yang sudah dihibahkan ke gue dulu untuk semester-semester awal nanti di UPI. Then? Tidur...

Tambahan: malamnya gue melihat tweetnya Dias... dan ternyata dia dikerjai ba'da buka puasa, diceploki, hahaha. Glad to hear that buddy! Selain itu, dapat kue juga akhirnya...

(Selesai juga post ini setelah hampir 3 minggu di-pending, ckck)

Thanks for reading!
Ila liqo!
Wassalam!

Friday, May 18, 2012

Long Time No Type...

Assalamualaikum!!!

Lama tak menulis (mengetik) di sini. Fiuh... Alhamdulillah, UN sudah lewat. Tapi nervous-nya masih ada... MENUNGGU PENGUMUMANNYAAA!!! Tanggal 26 Mei nanti. Belum lagi, harus mempersiapkan diri (lagi) untuk SNMPTN Tertulis tanggal 12-13 Juni mendatang. (sigh) InsyaAllah, Dia yang Maha Bijaksana memberi kesempatan kepada saya sebuah tempat (universitas... No! Institut, hehe, you know lah...) yang layak untuk belajar dan memperdalami seluruh ilmu-Nya yang ada di alam semesta ini, terutama ilmu biologi ♥

Jadi...
Jujur, saya masih banyak utang (utang atau hutang? Tanya Pak Budi!) posting-an nih. Ya, harap maklum, ini saja saya baru memulai untuk mengetik lagi. Dan... selama vacum kemarin pun banyak kejadian-kejadian yang menarik yang saya alami. Terutama masalah... ♥! Hehehe... Perlu saya mention inisialnya? Aaah... nanti saja deh, insyaAllah saya langsung kasih tahu namanya, seorang gadis yang berhasil membuat suatu malam menjadi begitu indah untuk saya (padahal saat itu tidak terlihat bulan maupun bintang. Berawan cuy!) dalam suatu posting-an spesial setelah graduation SMANU MHT tanggal 26 Mei nanti, ya bertepatan dengan pengumuman UN.

Okay, itu saja. Mohon maaf bagi para readers (kayak punya aja) yang sudah lama menunggu tulisan (ketikan) saya selama ini. InsyaAllah, saya akan berusaha bercerita sebanyak mungkin! Terutama bercerita (utang-utang) posting-posting-an yang pernah saya janjikan (judul-judulnya) di beberapa posting-an sebelumnya (di bawah). Sekian dari saya, mohon maaf bila ada salah kata, terima kasih sudah menyempatkan membaca dan ila liqo!

Wassalam!

Friday, March 9, 2012

Ibu

Assalamualaikum.

Menjelang Maghrib, ane sempatkan untuk membuat sebuah tulisan (read: ketikan). Oh ya, as usual, tinggal 10 hari lagi nih persiapan ane. InsyaAllah siap! Ya! SIAAAPPP!!! (padahal sih ya...dipersiapkan lagi gitu...)

Okay, kali ini I wanna share about my Mom! IBU!
Soalnya, tadi sore tiba-tiba nyokap datang ke sekolah (MHT). Ternyata beliau baru saja mengambil cucian (laundry) yang berada di dekat MHT. Nah, awalnya sih tidak mau memberi tahu ane, katanya, tapi ya... Mungkin kangen kali ya sama anak sulungnya yang ganteng ini? Hehe *ditampol massa* Jadinya ya menyempatkan mampir dan menemui ane.

Kebetulan banget, sekarang uang saku ane tinggal Rp 5.000,00. Padahal... Minggu kemarin ane memegang uang sekitar 300ribu lebih... (WHAT?!? HOW COME DAM?! WHAT WERE YOU DOING WITH YOUR MONEY?!) Nah, bingung kan? Ane juga. Hehe... Tapi ya sudahlah. InsyaAllah, Yang Maha Tahu akan rezeki hamba-hamba-Nya sudah menyiapkan segala kebutuhan ane, hehe. I don't worry about this. Just let Him give me anything yang menurut-Nya baik untuk ane.

Dan... betul saja. Ibu saya pun memberikan saya sejumlah uang saku. Banyak juga ya uangnya Ibu? Hehe, ya Alhamdulillah lah :)

Nah, it's my Mom. She's like a superhero who was sent by God for me. Where I'm in keadaan yang kritis, ada saja pertolongannya. Ya, tidak hanya dalam masalah uang saku sih... hehe. Dan salah satu pemberian terindah-Nya kepada ane ya... Ibu ane ini! :)

Apa ya? Ya, pokoknya Ibu saya ini, bagi saya, ya adalah superhero. He can handle many problems at house. May be, some mothers need tukang atau pembantu dalam masalah mengerjakan atau memperbaiki barang-barang yang rusak di rumah, seperti pasang paku, lampu, genteng bocor, dll. Tapi Ibu ane? Yes, she can handle it all. Ya paling masalah 'kain' saja yang kurang jago, hehe... (clue: laundry).

Lalu, jika anak-anaknya sakit, pasti beliau urus sampai anak-anaknya sembuh tanpa harus mengabarkannya kepada sang suami, Ayah ane tentunya. Kadang-kadang, beberapa Ibu malah repot sendiri sampai kewalahan jika anaknya sakit. Bahkan harus menunggu suaminya untuk membawa anaknya yang sakit itu ke dokter. Tapi kalau nyokap ane ya beliau yang urus :)

Selain itu, nyokap ane ini termasuk preman lho... Ya, mungkin tidak kelihatan saja. Tunggu sampai kalian mengenalnya dan diajak ngobrol, insyaAllah kalau tidak nyengir ya terbahak-bahak setelah mendengar ocehan beliau ini. Iya, preman. Preman yang ngajak ngakak. Hm... Sometimes kalau ane lagi bad-mood, she is the first one who makes me smile and then laugh! Yes, makes my bad-mood lost! Nice! No, Very Good!

Apalagi ya? Although, beliau juga mempunyai banyak kekurangan (memang tidak ada manusia yang sempurna juga kan?), over all, for me, she's still my superhero. Without her, I'll never be available in this world. Ya! :')
Intinya? Tidak hanya untuk saya, tapi kepada semua orang, mari kita cintai Ibu kita dengan sepenuh hati. Karena apa? Mereka selalu berusaha membuat kita tersenyum dan senang, no matter what! Dan begitu juga Ayah kita :)

Wew, sebenarnya ini terkoneksi lho dengan narrative yang hari ini saya bawakan sebagai speaking test with Ms. Yati. It's about The Boy and The Apple Tree. Have you heard the story? You should read it! You should know!

Let's Love our Parents, especially our Moms. Remember! When you grow up, do not ever forget them because you're too concerning about what you have at that time! Remember! They never forget you!

Thanks for reading ;)

Ila liqo!

Wassalam!

Monday, March 5, 2012

Senin Kelabu

Assalamualaikum!

Di sticky note ane yang tertera di desktop laptop ane tertulis bahwa persiapan UN ane tinggal 14 hari lagi. (sigh)
I dunno why do I feel so scared with these stuffs. Ya, seminggu ini ujian praktik. Seminggu depannya UTS. Setelahnya lagi UAS. Dan tinggal beberapa 'minggu istirahat' sebelum UN dimulai. After that? I'm gonna leave this beloved room, my beloved dorm of my beloved SHS. I'm serious... (When I write, I mean type, this... I'm feeling that my eyes is gonna burst into tears. Ok, lebay. Tapi serius, ini cukup mengharukan sehingga mungkin ane akan menangis jika terus-menerus meng-emosional-kannya.)

Oke, ada apa dengan judulnya? Biasaaa... I just wanna share about my feeling (a.k.a curcol. By the way, I still don't know what 'a.k.a' means. I mean, the long name of it. Okay, please tell me if you know it. Thanks!)

Actually, saat ini adalah bukan kemarin, alias bukan hari Senin. Yak, Selasa. Jadi sebenarnya, apapun yang ane rasakan sekarang tidaklah sekelabu kemarin. But I still remember that.
Intinya adalah... Kemarin itu adalah hari yang sangat suram! Es u er a em. Suram!

Dan entahlah, apakah itu yang pertama atau bukan, yang jelas kemarin itu ane menangis. Ya, menangis. Di hadapan Michelle, Tiroy dan... Tri. (sigh)
Mungkin beberapa teman yang lain juga mengetahui kalau ane, sebagai seorang anak laki-laki, mengeluarkan air matanya karena sedih, kecewa, dan sebagainya. Banci. Ya, itulah olok-olokan ane terhadap diri ane yang kemarin. Bahkan sampai Michelle pun mengajak untuk melupakannya dan berlatih bermain gitar sambil bernyanyi sebagai persiapan ujian praktik seni musik nanti. Ya, praktik seni musik yang sebelumnya adalah ujian praktik kimia. Ujian praktik yang berhasil membuat ane mengeluarkan air mata.

How come? Yah, seperti yang sudah saya sebutkan, sebagai salah satu pengekspresian dari rasa sedih dan kecewa KARENA saya belum bisa mengerjakan praktikum elektrolisis dengan optimal... (ooops! Jadi mau menangis lagi kan? Halah, cengeng nih. Ckck)

Ane hanya takut jika itu tidak lulus... It means that I won't be able to graduate from this beloved school! (ya walapun cinta, ya bukan berarti mau di sini terus-terusan lah...) Iya, NGGAK LULUS! Na'dzu billah min dzalik!

Saya harap itu hanyalah ketakutan saya semata. Dan insyaAllah tidak akan terjadi. Aamiin!

Tetapi, secara keseluruhan, bukan hanya itu saja, masih banyak kesuraman-kesuraman yang saya dapatkan kemarin (dan sebenarnya juga hari ini) sehingga saya ingin membuat posting-an ini. (sigh)
Kemarin itu adalah hari yang cukup atau mungkin sangat bodoh bagi saya. Terlalu banyak silly things yang saya lakukan. In the other hand, saya tidak hebat. Mengapa saya tidak hebat? Karena saya tidak (belum) bisa mengendalikan diri saya. Ya, mengendalikan diri. Itulah kata kunci agar bisa menjadi orang hebat. Dan mindset ini adalah tanaman dari Kak Saleh, salah satu kakak saya yang bijaksana dan cukup memberikan banyak motivasi sehingga memang benar sekali jika beliau disebut sebagai motivator. Inspirator? I hope so.

Bagaimana dengan hari ini? So far so good. I mean, it's better than yesterday, Alhamdulillah... Setidaknya saya masih bisa bersyukur dengan hari ini walaupun memang masih banyak ke-belumberhasil-an yang saya dapat. No problem! There are still many days tomorrow! Aamiin!

Yak, segitu saja curhatannya.
Seharusnya saya membayar cicilan posting-an yang masih terbengkalai, atau bahkan yang belum dibuat yang seharusnya sudah muncul. (sigh)
Oke. That's all! Thanks for watching, hehe.
(Note: penggunaan kata saya dan ane masih bercampur ya di sini? Hehe. Harap maklum)

Terima kasih.

Ila liqo!
Wassalam!

Saturday, March 3, 2012

Indonesian Speech Contest of XII Science 1 #MHT01

Assalamu'alaikum!

Yak, 17 hari yang tersisa dalam persiapan UN. Hm... Kelas sudah mulai sepi. Pak Ridwan tidak datang. Pak Agus sudah mengajarkan beberapa ilmu untuk ujian praktik fisika Rabu besok. Dan saya? Ya, insyaAllah bisa. Aamiin. Mohon doanya ya. Soalnya, seminggu besok adalah sepekan sibuk dalam ujian praktik. Ya, satu pekan ujian praktik di MHT.

Namun... berkaitan dengan judul posting-an ini, ujian praktik bahasa Indonesia sudah dilaksanakan! Yeay!!! Mungkin tinggal Grace dan beberapa anak pelatnas lainnya yang belum ambil nilai ini.

Di sini saya akan mencoba untuk mengomentari penampilan pidato teman-teman saya yang ada di XII IPA 1. Sayangnya, mereka tidak direkam, atau lebih tepatnya tidak mau. Ya sudah lah. Padahal, kan bagus sekali jika direkam, bisa untuk kenang-kenangan, betul? Hehe. Duh, bahasanya jadi terbawa dengan bahasa Indonesia yang baik dan benar nih, saat berpidato kemarin. Baku sekali ya? Ya sudah lah...

Oh ya, post ini juga adalah kelanjutan dari posting-an sebelumnya, yang membahas tentang pidato. Hm... Bagi yang sudah membaca, beruntunglah, karena setelah posting-an ini saya post, posting-an sebelumnya itu akan saya delete. Hehe, yang belum membaca? Ya tidak apa-apa, karena posting-an ini adalah keseluruhan dari praktik pidato yang telah dilaksanakan pada hari Rabu dan Jumat kemarin.

Sebelumnya, lagi, saya ingin menyatakan bahwa saya sangat senang saat jam praktik pidato. Kenapa? Karena kita (saya) benar-benar mendapatkan ilmu yang banyak dan bermanfaat! Sangat bermanfaat! Dan saya juga sangat senang melihat 'keunggulan' teman-teman saya ketika mereka berbicara di depan teman-temannya serta Pak Budi, dalam rangka memberikan pendapat mereka dan mengajak kita semua kepada pemikiran mereka yang positif.

Baiklah, langsung saja. Dimulai dengan hari Rabu 29/2/12. Saya mohon maaf jika ada salah urutan nantinya, hehe.

1. Irandre Tridharmansyah
Wah, teman saya yang satu ini sangat bangga sekali mendapat urutan yang pertama. Ya, bangga dan senang serta sangat bersemangat! Saya juga mendukungnya, karena menjadi yang pertama itu adalah yang menandakan bahwa anda lah yang paling siap di antara semua! Hehe, ya semoga memang benar-benar sudah siap ya. Cowok yang biasa dipanggil Andre ini, membawakan pidato dengan tema hukum dan membahas tentang Hukum Pemerkosaan dan Zina. (Actually, I forget the title, and if it's false, please tell me. Or, as soon as possible, I'll ask for the right one. By the way, which is true? Zina atau Zinah? Hehe.) Menurut saya, over all Andresudah cukup bagus penampilannya! Top jempol deh untuk Andre! Sangat attractive! Pembahasan berita yang up to date-nya juga bagus! Mungkin hanya perlu dipersiapkan lagi secara matang, karena masih tersendat-sendat, betul? Hehe. Ini kan hanya pendapat, dari saya pula, yang notabenenya masih pelajar dan masih belajar. Semoga tidak tersinggung ya? :)

2. Adam Andytra
Yes, this is me. I'll not comment about his performance. I let you all do for this guy, hehe. Oh ya, insyaAllah nanti saya akan upload teks pidato serta rekaman pidato saya yang yang direkam oleh Kak Gicil. Walaupun sebenarnya rekamannya nanti hanya 3/4 akhir dari keseluruhan pidato Hehe, thanks a lot ya Git! Nah, nanti kalian bisa menilai sendiri tentang penampilan saya tersebut. Terima kasih (n.n)
Tambahan: Pidato saya bertemakan lingkungan dengan judul Manusia adalah Bagian dari Lingkungan.

3. Selma Ramadhani
Calon Bu Dokter yang terkenal galak nan juteknya ini, selain Manda, sangat baik dalam membawakan pidatonya yang bertemakan kedokteran dengan membahas Penyakit Hepatitis-A. Good!!! Atractive! Pantun-pantunnya juga oke. Kalau saya memberikan nilai, ya sekitar 8,8-9,0 lah ;) Keren kok Sel! Dan sangat informing! (Informing?) Ya, sangat menambah wawasan saya dan teman-teman yang lain. Good job, Sel! Tambahannya apa ya? Oh ya, mungkin kontennya aja, yang waktu itu pernah saya bilang langsung ke Selma, bahwa jika bisa tertular melalui air liur, alangkah baiknya jika dijelaskan juga masalah ciuman antara bibir dengan bibir. Hehe, kebetulan ini kan sangat marak terjadi di antara anak muda zaman sekarang. Selain mencegah penularan virus tersebut ya bisa juga ditujukan dalam penaatan kepada norma-norma yang berlaku di negeri ini. Hehe, peace...

4. Nurwidya Utami
Mantan anak kelas XI Matematika yang biasa dipanggil Wiwid dan pemegang medali perunggu di OSN Manado 2011 silam mendapatkan tema politik dalam pidatonya. Wiwid ini membahas tentang Multi-Partai yang Ada di Indonesia. Tak perlu saya yang mengomentari, karena setelah Wiwid tampil, Pak Budi langsung berkomentar bahwa walaupun Wiwid dan teman-teman yang lain adalah anak sains, tapi ketika diberikan tema yang sangat jauh seperti politik atau hukum ternyata mereka bisa kan? Yak! Dan saya juga cukup berbinar melihat penampilan Wiwid dalam membawakan pidatonya dengan sangat jelas dan rinci. Wiwid menjelaskan bagaimana sistem partai politik yang ada di Indonesia. Dimulai dari yang partainya banyak sampai ratusan kemudian jadi hanya tiga partai dan sekarang kembali menjadi banyak, walaupun tidak sebanyak awal-awal kemerdekaan Indonesia. Keren deh untuk Wiwid! ;)

5. Amanda Ashari
Cewek yang biasa dikenal Mande yang galak dengan pacarnya yang bernama Adit ini (oke, the last one isn't important, hehe) berpidato dengan tema teknologi dengan membahas Perkembangan Alat Komunikasi Handphone. Keren sekali pembawaannya! Kontennya juga sangat jelas, membahas perkembangannya serta sisi positif dan negatif dari gadget yang bernama handphone tersebut. Manda juga menjelaskan tentang BlackBerry lho... Intinya, sangat bermanfaatdeh isi pidatonya dan memberikan kesimpulan agar kita memanfaatkan teknologi yang ada saat ini dengan cara yang baik untuk hal-hal yang bermanfaat! :)

6. Putri Letitya
Pucil, panggilan akrabnya. Gadis bulat nan imut ini membawakan pidatonya dengan style-nya yang selalu riang dan lucu. Tidak heran, dalam News Casting sewaktu di MAN IC tahun 2011 kemarin, Pucil membawakan penampilannya dengan riang dan gembira. Jangan lupa, lucu. Lucu yang positif lho ya. Bukan yang negatif, yang berartikan untuk diperolok-olok. No!
Nah, karakternya yang periang ini tergambar lagi dalam penampilan pidatonya, walaupun temanya hukum dan membahas Undang-undang Hak Cipta. Cool! I really like your speech, Cil! Persuasifnya dapat sekali! Ingat, jangan sampai kita membajak buku-buku untuk kepentingan sendiri atau diperjualbelikan ya! Well, sukses ya untuk Pucil, baik di FKG atau di FH UI, ya kan? ;)

7. Sonya Alexandra
Boleh lah, dalam keseharian Ale tak bersuara. Namun, ketika tampil di depan, wuiiihhh... Ada suaranya lho! Hehe. Tema pidato Ale sama seperti saya, lingkungan dan membahas tentang Dampak Perindustrian yang Menggunakan Energi dari Batu Bara. Ternyata penggunaan bahan bakar batu bara memberikan dampak yang negatif lho terhadap lingkungan, ckck.
Nah, Ale juga menambahkan, intinya, walaupun kita masih muda, bukan berarti kita tidak bisa membantu dalam menjaga lingkungan kita dari dampak penggunaan bahan bakar batu bara yang digunakan oleh industri-industri besar yang ada di dunia ini. Kalau tidak salah, kita bisa mendonasikan suara kita kok di www.greenpeace.org. Nah, jangan salah kira, walaupun hanya menyuarakan pendapat, tapi hasilnya sangat besar lho! Nah, mau menjaga lingkungan? Ayo dukung terus ya aksi-aksi yang dilakukan oleh kelompok Greenpeace dan kunjungi websitenya di www.greenpeace.org! (Y)

8. Afrida Vianny
Salah satu cewek muslimah yang ada di MHT dengan panggilan Vinny ini membawakan pidato dengan tema kedokteran. Cocok sekali dengan cita-citanya yang ingin menjadi dokter, ciyyyeee... Oh ya, kalau tidak salah judul pidato Vinny adalah Kupas Tuntas Jantung. Actually, I really love how the way Vinny spoke in front of class. It's really cool! Pengucapannya jelas sekali! (Y) Keren. Ya, walapun, mungkin kekurangannya adalah, seperti yang Vinny katakan ke Pak Budi setelah dia tampil, ketidakteraturan pidato sesuai teks. Hehe. Selebihnya, keren kok Vin! ;) Oh ya, jangan lupa untuk selalu berdakwah ya! Good!

9. Prismaya Ayu
Ciyyyeee Kakak Ayuuu... Haha, dan benar saja, she was really cute when she speakhed . C-U-T-E. Haha. Cocok lho kalau mau jadi penyiar berita atau radio atau yang penyiar lainnya, asal jangan jadi penyiar ajaran sesat ya Yu... (?)
Oh ya, tema yang diangkat Ayu adalah teknologi dengan membahas tentang Transportasi Monorel lho... Cool! Isinya yang pasti sudah sangat baik. Namun, hm... kurang persuasif sih, menurut saya. Apalagi, ketika dikatakan bahwa fasilitas monorel ini bisa kita nikmati setelah tahun 2016. What?! Ya, masih 4 tahun lagi. Weleh...

10. Aishanura Handina
Akhirnya, inilah peserta terakhir untuk hari Rabu kemarin. Icha! Ya, itulah sapaan teman-temannya kepada cewek yang memiliki senyum paling indah di MHT. Ejieee...
Pidato Icha bertemakan politik lho, dengan membahas, kalau tidak salah, Politikus-politikus yang Jujur. (Jika saya sudah tahu yang judul yang benar, nanti akan saya ubah deh, hehe.)
Intinya, di akhir pidato, Icha memberikan tips A.B.C.D kepada kita semua, sehingga di masa yang akan datang, kita akan menjadi wakil-wakil rakyat atau politikus yang disenangi masyarakat, betul kan Cha? Lalu, apa isi dari tips A.B.C.D ala Icha? Hehe, sebenarnya saya belum ingat semuanya. Nanti kalau sudah ingat semuanya, alias tanya lagi ke Icha, nanti saya post-kan ya? Hehe. Dan yang paling saya hapal adalah yang A, Amalkan ajaran agama, wesss... so pro kan Icha? ;)

Well, by the way lumayan capek ya mengetik ulasan tentang penampilan pidato teman-teman kita ini. Weleh... Hm, jadi begini saja. Posting-an yang ini saya sudahi dulu ya, hehe. Nanti akan ada part 2-nya, oke oke? Hehe, peace...

Thanks for reading!
Sekali lagi saya ingin mengucapkan selamat kepada teman-teman #MHT01 IPA-1 karena penampilan-penampilan kalian sangat memukau dan keren-keren! I'm so happy having many prominent friends like you, guys! Tetap menjadi penerus bangsa yang konsisten dan... Selalu berikan suara dan pendapat serta pemikiran kalian untuk keberhasilan negeri ini ya! :) (Y)

Ila liqo!

Wassalam.

Friday, March 2, 2012

I'm Normal

Assalamu'alaikum!

Kembali saya menulis postingan malam ini. Oh ya, seperti biasa, saya ingin mengingatkan terutama untuk diri saya sendiri bahwa persiapan menuju UN tinggal 18 hari lagi. Cepat-cepat bertaubat ya jika masih sering berbuat maksiat. (Istighfar)

Oh ya, tumben ya sedang tidak memakai kata ganti 'ane' tapi memakai kata ganti 'saya', hehe. Ya sudah lah, it's not a problem, right?

Well, ada apa dengan judulnya? I'm normal.
Ya, mungkin saya sering dipandang orang, khususnya teman-teman di MHT sebagai salah seorang homo (dari sekian banyak homo-homo di MHT). Ya, homo. H-O-M-O. HOMO. (Enough! It's too much.) Tapi di sini saya ingin menunjukkan bahwa saya sebenarnya adalah laki-laki normal yang punya perasaan terhadap sesosok makhluk yang bernama perempuan. Ya, pe-rem-pu-an. Perempuan.

I-naf. (Enough.) Sebenarnya yang ingin saya utarakan adalah mengenai perasaan saya kepada salah satu teman (dekat) perempuan saya di muka bumi ini. Hubungan pertemanan dengannya sudah lama dijalin semenjak kurang lebih 6 tahun yang lalu. Ya benar, dimulai semenjak MTs.
Oh ya! Saya baru ingat bahwa yang paling utama dari tujuan saya membuat posting-an ini adalah untuk: curcol, curhat colongan, hehe. Oke, lanjut!
Hubungan pertemanan ini dimulai dari MTs. Memang benar saya memiliki hubungan pertemanan dengan beberapa teman perempuan lainnya, tapi... hanya dia yang benar-benar 'benar-benar'. Nah lho, bingung kan? Ya. Pokoknya begitu lah. Ya, sekitar 2,5 tahun saya hanya menganggap dia sebagai 'sahabat' saya, but... When she had a boyfriend, I just realized that I love her. Love her. L-O-V-E. LOVE HER. My feeling wasn't like what I thought before. And for this case, I say a big ton of thank for Ms. Dewi, one of my favorite English teacher and also one of my best teacher :') who had said dan menyadarkan saya tentang perasaan saya sebenarnya. Mau atau tidak mau, ingin atau tidak ingin, ya saya harus merelakannya saat itu. Hatinya sudah diisi oleh laki-laki lain, ya salah satu teman dekat saya juga. Dan sempat jadi homo-an. Forget the last sentence!

Memasuki masa 'putih-abu', banyak sekali gadis-gadis yang pernah menghiasi perasaan saya ini. Sayangnya, tidak ada satupun yang menjadi pacar. Hahaha. Kasihan. Oh, tidak apa-apa kok, saya tetap bersyukur, Alhamdulillah...
Mulai dari teman-teman perempuan di MHT sampai kembali menjalin hubungan dengan teman perempuan di MTs dulu dan bahkan teman-teman perempuan yang baru saya kenal, alias bukan dari MHT maupun MTs. Tapi, teman perempuan yang di MTs dulu yang saya maksud bukanlah dia (yang sedang saya ceritakan sekarang) lho. Ada lah, another one. She is also special for me. But, my feeling prefer to her, the first one. I don't mean to hurt you, buddy. But, I have said my principle to you and also my true feeling, right? And I believe you can understand this condition. You're also a strong girl, huh? Over all, keep spirit ya! - untuk teman perempuan saya yang spesial, yang saya kenal (lebih dekat) dari story telling.

Begitu banyak ceritanya. Tetapi... tetap! Perasaan yang masih ada saat ini ya perasaan yang memang 'benar-benar' ini! Oh, I really don't know how to call this feeling.

Ya, mungkin selama masa saya berada di SMA, tidak sepenuhnya saya memikirkan atau mengingat dirimu, tapi yang pasti perasaan saya kepada mu ini masih ada. Terbukti kan, beberapa kali saya pernah sempat meminta 'kembali'? Eh, ya maksudnya, I just show what I was thinking and feeling about you. Tetapi dirimu ya... begitu lah. Mungkin memang aneh. Dan saya juga pikir, mungkin kamu sudah menemukan someone yang lebih spesial, daripada saya atau bahkan mantan mu itu, mantan terakhir mu yang dari MTs.

BUT!!! Sometimes saya masih menemukan tanda-tanda bahwa, sebenarnya kita masih bisa! Ya, kita masih bisa untuk... Whatever lah namanya. Ya, mungkin ini juga biasa disebut dengan harapan. Harapan yang ada di sela-sela sebuah kesempatan. Sela-sela yang menunjukkan tanda-tanda sebuah kesempatan.

Oke, seharusnya saya tidak perlu ber-bacot-ria di sini tentang perempuan yang saya 'I don't know how to call this'. Waktu tinggal 18 hari lagi, dan SEHARUSNYA saya sudah fokus dengan tujuan utama saya yang paling utama. Tapi, apa mau dikata? Ini adalah sebuah perasaan saya yang ingin saya keluarkan. Alhamdulillah jika kamu membacanya, hehe. Jika tidak? No problem. Teman-teman yang baca? Paling di-cengin di kelas atau di dunia maya seperti facebook atau twitter. Toh, tujuan utama saya kan hanya ingin curcol, ya walaupun yang terbaik adalah curhat kepada Allah SWT, Tuhan yang Maha Mendengar dan Maha Pengabul semua doa hamba-hamba-Nya. (sigh)

Kesimpulannya: I wish you read this post. I wish. I wish. And I wish, I could be a moon-like for your self who always affects you everyday, in this more mature time :)

Insya Allah, saya akan selalu berusaha untuk menjadi lebih dewasa lagi dan... Bijaksana. Bijaksana. Bijaksana. Dan selalu konsisten dengan prinsip yang sudah saya pegang. Bismillah!

Thanks for watching, I just wanna share about my story. My feeling story.
Malam Sabtu yang cukup tenang. Suram? Tidak juga. Bahagia? Insya Allah, ya. Because I always try to be grateful to God, Allah SWT, for His mercies to me. Alhamdulillah.

Ila liqo.
Wassalam!