Kembali saya menulis postingan malam ini. Oh ya, seperti biasa, saya ingin mengingatkan terutama untuk diri saya sendiri bahwa persiapan menuju UN tinggal 18 hari lagi. Cepat-cepat bertaubat ya jika masih sering berbuat maksiat. (Istighfar)
Oh ya, tumben ya sedang tidak memakai kata ganti 'ane' tapi memakai kata ganti 'saya', hehe. Ya sudah lah, it's not a problem, right?
Well, ada apa dengan judulnya? I'm normal.
Ya, mungkin saya sering dipandang orang, khususnya teman-teman di MHT sebagai salah seorang homo (dari sekian banyak homo-homo di MHT). Ya, homo. H-O-M-O. HOMO. (Enough! It's too much.) Tapi di sini saya ingin menunjukkan bahwa saya sebenarnya adalah laki-laki normal yang punya perasaan terhadap sesosok makhluk yang bernama perempuan. Ya, pe-rem-pu-an. Perempuan.
I-naf. (Enough.) Sebenarnya yang ingin saya utarakan adalah mengenai perasaan saya kepada salah satu teman (dekat) perempuan saya di muka bumi ini. Hubungan pertemanan dengannya sudah lama dijalin semenjak kurang lebih 6 tahun yang lalu. Ya benar, dimulai semenjak MTs.
Oh ya! Saya baru ingat bahwa yang paling utama dari tujuan saya membuat posting-an ini adalah untuk: curcol, curhat colongan, hehe. Oke, lanjut!
Hubungan pertemanan ini dimulai dari MTs. Memang benar saya memiliki hubungan pertemanan dengan beberapa teman perempuan lainnya, tapi... hanya dia yang benar-benar 'benar-benar'. Nah lho, bingung kan? Ya. Pokoknya begitu lah. Ya, sekitar 2,5 tahun saya hanya menganggap dia sebagai 'sahabat' saya, but... When she had a boyfriend, I just realized that I love her. Love her. L-O-V-E. LOVE HER. My feeling wasn't like what I thought before. And for this case, I say a big ton of thank for Ms. Dewi, one of my favorite English teacher and also one of my best teacher :') who had said dan menyadarkan saya tentang perasaan saya sebenarnya. Mau atau tidak mau, ingin atau tidak ingin, ya saya harus merelakannya saat itu. Hatinya sudah diisi oleh laki-laki lain, ya salah satu teman dekat saya juga. Dan sempat jadi homo-an. Forget the last sentence!
Memasuki masa 'putih-abu', banyak sekali gadis-gadis yang pernah menghiasi perasaan saya ini. Sayangnya, tidak ada satupun yang menjadi pacar. Hahaha. Kasihan. Oh, tidak apa-apa kok, saya tetap bersyukur, Alhamdulillah...
Mulai dari teman-teman perempuan di MHT sampai kembali menjalin hubungan dengan teman perempuan di MTs dulu dan bahkan teman-teman perempuan yang baru saya kenal, alias bukan dari MHT maupun MTs. Tapi, teman perempuan yang di MTs dulu yang saya maksud bukanlah dia (yang sedang saya ceritakan sekarang) lho. Ada lah, another one. She is also special for me. But, my feeling prefer to her, the first one. I don't mean to hurt you, buddy. But, I have said my principle to you and also my true feeling, right? And I believe you can understand this condition. You're also a strong girl, huh? Over all, keep spirit ya! - untuk teman perempuan saya yang spesial, yang saya kenal (lebih dekat) dari story telling.
Begitu banyak ceritanya. Tetapi... tetap! Perasaan yang masih ada saat ini ya perasaan yang memang 'benar-benar' ini! Oh, I really don't know how to call this feeling.
Ya, mungkin selama masa saya berada di SMA, tidak sepenuhnya saya memikirkan atau mengingat dirimu, tapi yang pasti perasaan saya kepada mu ini masih ada. Terbukti kan, beberapa kali saya pernah sempat meminta 'kembali'? Eh, ya maksudnya, I just show what I was thinking and feeling about you. Tetapi dirimu ya... begitu lah. Mungkin memang aneh. Dan saya juga pikir, mungkin kamu sudah menemukan someone yang lebih spesial, daripada saya atau bahkan mantan mu itu, mantan terakhir mu yang dari MTs.
BUT!!! Sometimes saya masih menemukan tanda-tanda bahwa, sebenarnya kita masih bisa! Ya, kita masih bisa untuk... Whatever lah namanya. Ya, mungkin ini juga biasa disebut dengan harapan. Harapan yang ada di sela-sela sebuah kesempatan. Sela-sela yang menunjukkan tanda-tanda sebuah kesempatan.
Oke, seharusnya saya tidak perlu ber-bacot-ria di sini tentang perempuan yang saya 'I don't know how to call this'. Waktu tinggal 18 hari lagi, dan SEHARUSNYA saya sudah fokus dengan tujuan utama saya yang paling utama. Tapi, apa mau dikata? Ini adalah sebuah perasaan saya yang ingin saya keluarkan. Alhamdulillah jika kamu membacanya, hehe. Jika tidak? No problem. Teman-teman yang baca? Paling di-cengin di kelas atau di dunia maya seperti facebook atau twitter. Toh, tujuan utama saya kan hanya ingin curcol, ya walaupun yang terbaik adalah curhat kepada Allah SWT, Tuhan yang Maha Mendengar dan Maha Pengabul semua doa hamba-hamba-Nya. (sigh)
Kesimpulannya: I wish you read this post. I wish. I wish. And I wish, I could be a moon-like for your self who always affects you everyday, in this more mature time :)
Insya Allah, saya akan selalu berusaha untuk menjadi lebih dewasa lagi dan... Bijaksana. Bijaksana. Bijaksana. Dan selalu konsisten dengan prinsip yang sudah saya pegang. Bismillah!
Thanks for watching, I just wanna share about my story. My feeling story.
Malam Sabtu yang cukup tenang. Suram? Tidak juga. Bahagia? Insya Allah, ya. Because I always try to be grateful to God, Allah SWT, for His mercies to me. Alhamdulillah.
Ila liqo.
Wassalam!
No comments:
Post a Comment