Tuesday, August 21, 2012

Jatinangor oh Jatinangor (UNPAD)

Assalamualaikum!

Sudah sebulan lebih gue tidak mengetik di blog ini. Ada yang baru? BANYAK! Karena masa sudah berubah, gue ingin tampil di sini dengan nuansa yang baru, tanpa harus mengganti lagi dengan blog yang baru, hahaha. Okay, gue mau memperkenalkan diri gue yang sekarang:

Nama : ADAM ANDYTRA
Umur : 18 tahun
Kuliah : Universitas Pendidikan Indonesia, Fak. Pendidikan Matematika dan IPA, Jurusan Biologi.

Yak! Gue sudah diterima di salah satu PTN di Indonesia! Alhamdulillah! Fix, status gue sekarang mahasiswa, walaupun belum dilantik sih, hehehe, tapi gue sudah punya KTM-nya lhooo...
Dan oleh karena itu, harap maklum kalau penampilan tulisan (ketikan) gue di sini sudah berbeda, begitu juga dengan gaya bahasanya, hohoho.

Masuk ke topik di judul! Jatinangor oh Jatinangor, dalam kurung UNPAD. Ada apa?
Jadi kemarin siang (30/7) gue pergi jalan-jalan ke Jatinangor dengan niat utama: mengunjungi teman-teman yang berstatus sebagai mahasiswa/i UNPAD. Maklum, gue di Bandung (Cimahi) sedang tak ada urusan yang serius, alias nggak ada kerjaan. Urusan gue di UPI sudah selesai, tinggal menunggu MOKA-KU (Masa Orientasi Kampus dan Kuliah Umum) pas tanggal 28-31 Agustus nanti. Daripada gue bengong, mending gue main kan?

Gue ke sana naik Damri dari depan UNPAD Dipati Ukur (D.U.) jam 11 siang. Teman duduk gue adalah seorang berdarah tanah Papua. Lebih tepatnya dia berasal dari kota Sorong. Orangnya ramah pisan. Banget. Bahkan, selama perjalanan tak berhenti gue mengobrol dan berdiskusi bersama beliau, dimulai dari soal UNPAD, kota-kota di Papua, hingga Yohanes Surya. Keren kan? Senang banget rasanya bisa bertemu dan mengobrol dengan beliau. Wawasan gue pun terbuka, terutama untuk kemajuan di daerah Papua. Thank You, God!

Sekitar satu jam di perjalanan, sampai lah gue di depan Kampus UNPAD Jatinangor. Kesan pertama turun dari bus adalah angin yang sepoi-sepoi dan view pegunungan yang alami turut menyambut kedatangan gue di tanah Jatinangor. Great banget! Di sana pula gue berpisah dengan mas-mas (nggak cocok) bapak-bapak (nggak terlalu tua) orang Papua itu, karena dia ada urusan di kampus tempat dia kuliah, Universitas Winaya Mukti yang tidak jauh dari UNPAD.

Excited! Gue pun langsung meng-sms beberapa teman gue yang ada di UNPAD. Sedih, Siti (teman MTs; SMAN 105, Ilmu Komunikasi) tidak bisa menemui gue hari itu karena dia harus membenahi tempat kost-nya dan ada acara buka puasa bersama di tempat kost-annya tersebut. Vianda? (teman SMA, kenal via AFS; SMAN 105, Budaya dan Bahasa Jepang) Yang notabene-nya cs-annya Siti, otomatis tidak ketemu juga dan mungkin memang dia belum tahu kalau gue mau ke UNPAD, ckck.

Masuk-masuk, gue langsung mencari masjid. Mau nyolong sendal orang. Yang nggak lah! Mau sholat. Tapi ketemunya musholla UKM, lebih dekat. No problem. Setelah menunaikan sholat Dzuhur, gue menuju ATM Center, hanya ingin sekadar check saldo, hehe. Dan di sana lah gue didatangi oleh Jami (teman SMA, kenal via Silaturahmi Akbar Rohis Alumni SMAN 28; SMAN 28, Geofisika). Waaah! Akhirnya bertemu dengan Jami lagi. Senang dong ya, hehehe.

Setelah bertegur sapa, kita putuskan untuk menuju Masjid Ibnu Sina Kampus UNPAD Jatinangor yang jaraknya jauuuuuh aja dari tempat gue dan Jami bertemu. Tidak hanya jauh, menanjak dan panas. Seakan-akan kesan pertama gue akan UNPAD yang sejuk menjadi sirna. Sirna...

Sesampainya di sana, tanpa diduga dan tanpa gue kabari sebelumnya, gue bertemu dengan Ama!!! (teman TK; SMPN 103, SMAN 68, Teknik Pangan) Cukup girang, apalagi menyadari bahwa Ama yang mantan teman TK gue ini sekarang adalah: kerdus. Wkwk, maaf ya Ma kalau lo baca ini. Haha, tapi lo memang agak stres, dan gue tak menduga lo seperti itu, hahaha.

Ama pun mengambil air wudhu karena ingin sholat. Gue dan Jami masih tetap mengobrol. TARAAA!!! Akhirnya datang juga, Tyo (teman SMA, sama seperti Jami; SMAN 28, Teknik Informatika) yang sudah berjanji untuk menemani gue jalan-jalan di UNPAD. Tapi janjinya tidak ditepati, hahaha. Nah... setelah cukup lama kita bertiga berbincang-bincang di depan Masjid Ibnu Sina, akhirnya Tyo mengajak (sepertinya gue yang meminta deh, hahaha) gue dan Jami ke kost-annya yang tidak jauh dari situ.

Kost-an Tyo pewe abis! Enaaak! Walaupun seharga 6,5 juta per tahun, tapi memang standar! Apalagi kamar mandi di dalam dan legaaa banget... ya Tuhan... mau banget punya kamar seperti itu, hahaha. Well, setelah itu gue di-sms Bunga (teman SMA; SMANU M.H. Thamrin, Kedokteran) agar segera menuju kembali ke ATM Center, untuk ketemuan. Berpamitlah gue dan Jami kepada Tyo yang sangat baik, mengizinkan gue berkunjung ke tempat kost-nya dan... ternyata, demi gue, dia membatalkan niat tidur siangnya :') terima kasih banyak Tyo!

Sampai di dekat gerbang UNPAD yang dekat ATM Center, gue dan Jami pun berpamitan (juga), dia mau balik ke tempat kost-nya di Cikuda. Dan, sekali lagi, terima kasih banyak untuk Jami, demi gue, dia rela keluar kost-an dan pergi ke kampus UNPAD di siang hari yang panas :') Ooohhh...

Setelah menunggu kurang dari 5 menit, akhirnya gue melihat Bunga dan Ale (teman SMA; SMANU M.H. Thamrin, Kedokteran) dari dalam ATM Center. Maka, gue samperi mereka dan gue sangat senang! Akhirnya bisa bertemu mereka lagi setelah... pokoknya lama deh! Apalagi ada yang berubah dari penampilang Bunga...(tidak perlu dibahas detail ya? Hehehe) Sekarang kita mau main ke kost-annya Selma! (teman SMA; SMANU M.H. Thamrin, Farmasi)

Awalnya kita naik angkot nih ke kost-annya Selma, tapi pas balik ke UNPAD, kita (gue, Bunga, Ale) jalan kaki karena menyadari jarak kost-annya tidak terlalu jauh. Naaah, belum sempat sampai di kost-annya Selma yang memiliki 90 kamar, kita sudah melihat Selma jalan keluar arah kita. Senang juga, bisa ketemu "lagi" dengan Selma, hahaha, waktu bukber kemarin di ITB juga sudah ketemu kan? Nah, kita bertiga malah menguntili Selma ke ****maret yang niat awalnya membeli perlengkapan ospek. Ujung-ujungnya, sudah 2-3 putaran, ramai-ramai keluar tanpa membawa belanjaan apapun. Konyol. Akhirnya berpindah ke toko sebelah. Semuanya beres, langsung kembali lagi ke kost-annya Selma!

Benar saja, "gedung" kost-annya Selma itu besaaar sekali! Masuk-masuk berasa di hotel. Yaaa, kita duduk-duduk dulu di lantai dasar sambil bersenda-gurau, bercerita pengalaman di kampus barunya masing-masing (UNPAD dan UPI, lol). Setelah itu, Selma mau menanak nasi di kamarnya. Diajaklah Bunga dan Ale. Gue? Ya nggak boleh masuk lah. Akhirnya gue menunggu di bawah saja, sekalian istirahat duduk-duduk di sofa.

Jam 5 lewat, Bunga dan Ale pun turun, bersama Selma juga tentunya. Mereka berdua akan kembali ke UNPAD, karena ada buka puasa bersama dekan FK UNPAD, dan Selma mau belanja kebutuhan kost. Gue ikut Bunga dan Ale. Setelah berpisah dengan teman se-almamater MHT, gue menunggu someone. HANA! (teman MTs, ada sesuatu; SMAN 14, Psikologi) Yeay! Ketemu Hana lhooo di JTN!

Gue dan Hana pun memutuskan untuk ngabuburi di Jatinangor Town Square (Jatos). Ada cerita yang cukup menyayat hati... gue membeli koin di salah satu tempat bermain karena gue lagi mau main Animal Kaiser!!! (Mohon dimaklumi ya, waktu itu gue lagi kena euphoria Animal Kaiser, soalnya keren sih! Hehe, walaupun yaaa mayoritas pemainnya anak di bawah umur 12 tahun, hehehe) Nah, sudah beli banyak koin, ternyata eh ternyata... Game machine-nya sedang tidak ada kartunya. DAMN! Argh! Oke, kesimpulan gue adalah, tindakan terlalu-nafsu gue itu adalah salah satu contoh ketidakberhasilan gue dalam berpuasa. Alhasil, yang kebanyakan main adalah Hana, walaupun... gue juga ikutan main juga, mainan yang lain...

Keliling Jatos cari tempat makan, sampai pernah masuk ke salah satu resto tapi keluar lagi karena melihat makanannya yang tidak sesuai dengan gambar, ya, lebih kecil... akhirnya kita malah keluar. Mencari Waroeng Steak. Well... PENUH! Banget. Akhirnya kita menemukan kedai makan yang bernama...(kalau tidak salah) Kedai Indra. Fine! Dan di sini gue menemukan makanan yang dari kemarin-kemarin gue ngidami, Ayam Goreng Madu!!! But, pelayanannya... maaf, kurang ya. Nggak apa-apa dong gue berkomentar?

Seusai makan, kita berdua balik. Balik? Oke, Hana balik ke kost-annya. Lah gue? Ke Cimahi? Nooo. Gue menginap. Di mana? Kost-annya DIAS! (pertama kali ketemu pas acara di SMA Sudirman Cijantung waktu kami duduk di bangku SMP; SMPN 258, SMAN 99, Adm. Bisnis) Sewaktu datang ke tempat kost-nya, gue langsung bertemu sama yang empunya kost. Gue tanya Dias, beliau menjawab tidak ada! Nah lho!? Hampir panik tuh gue. Pas gue tanya Dias Ega, oooh, dia tahunya Ega ternyata. Capek deh... Dan akhirnya... bertemulah lagi gue dengan Dias! Setelah terakhir kali ketemu pas TO UN di SMAN 105, wkwk. Ya, 3 tahun (lebih) yang lalu!

Wah, soal teman yang satu ini, gue anggap dia memang baik banget. Banget. (dan kata teman-teman gue yang lain sih memang baik) Bayangkan saja, gue sama dia baru ketemu 2x seumur hidup, haha, selebihnya sih via media sosial. But, Alhamdulillah, Dias baik! Mau menyempatkan kamarnya ditinggali gue semalam. Dan ternyata, itu juga malam pertama Dias tinggal di kost-an, hahaha. Baru masuk dia toh...

Malam pertama di kost-an Dias, baik bagi gue dan Dias juga... cukup angker. Wkwk. Masa tiba-tiba lampunya mati? Terus, setelah mati... keran airnya menyala sendiri. Nah lho?! Wkwk. Oke, no problem sih buat gue, hehe. Tapi seru aja. Yang jelas, semalaman itu diisi dengan curhat mengenai "cewek". Makhluk yang paling kompleks di muka bumi ini.

Oh ya, KOST-annya DIAS ITU... EEENAAAAKKK BANGET! DAN MURAH! 3 JUTA PER TAHUN WOOOYYY!!! INGAT, INI YANG PALING PENTING! Kamar mandi di dalam, ada lemari besar, meja belajar pewe! Aaaaahhh!!! Bentuknya juga rumah susun, jadi asoy banget sama teman-teman di samping-sampingnya. Serius. Envy banget itu gue sama Dias, dapat aja lagi kost-an seperti itu. Ya Tuhan, saya juga mau banget kost-an seperti Dias... Iya, seperti kost-annya Dias aja deh, murah... kalau Tyo kan lumayan mahal, hehe.

Pas malam-malam sesi curhat, Dias bilang ke gue, "besok gue ultah..." terus? Aink kudu salto kitu? Wkwk. Katanya, dia belum pernah dikerjai sama sekali... Sama boss! Gue juga. Oke. Nah, pas besok sahurnya, di depan teman-teman se-kost-an Dias, gue bilang ke Dias, "Happy Birthday ya Yas!" Spontan yang lain pun ikut menyalami dan mengucapkan selamat, wkwk. Agak krik sih, namanya juga masih sahur, dan Dias pun baru lagi di kost. Wkwk.

Setelah sahur, semuanya kembali ke kamar, siap-siap untuk mandi, sholat dan berangkat ke kampus. Mereka, MABA UNPAD, akan melakukan opening ospek Shubuh itu. Ya, jam setengah 6 mereka sudah harus ada di kampus, mau nggak mau gue juga harus ikut, keluar dari kost. Selagi siap-siap, gue turun duluan nih ke bawah... buat apa? Ketemu sama Ibu Kost! Buat apa (lagi)? Memberi tahu soal birthday-nya Dias, wkwk, sekalian menyumbang kue untuk Dias... (heh, itu kuenya gue ikut nyumbang lho Yas, wkwk, mau banget dikasih tahu ya?) Untuk ini... kita lihat nanti malamnya...

Tanggal 1 Agustus, dan semua maba UNPAD berjalan menuju kampus di shubuh hari. Begitu juga gue. Bedanya, gue memakai sweater OSIS SMANU MHT dengan jeans + ransel FLS2N, di kala maba-maba itu memakai celana abu-abu dengan kemeja putih + jas almet + barang bawaan ospek yang... ribet.

Gue: JEBE-JEBE! Dari perjalanan menuju UNPAD pun gue sudah jebe-jebe dengan segerombolan maba UNPAD. Sampai berpisah dengan Dias pun... gue masih JEBE ke UNPAD. Iya, gue masuk lagi ke kampus UNPAD. Mau ke ATM, ambil uang. Bersyukur gue, masuk ke kampus itu yang PENUH dengan maba UNPAD dan... senior-senior yang galak abis. Ya! Gue akhirnya bisa mengetahui gambaran gue pas  MOKA-KU nanti, yang katanya (senior gue sendiri yang bilang) mereka akan galak. Hiii... takut... gue kan phobia sama bentak-bentakan... (bohong)

Yang jelas, pengalama pagi buta gue itu belum selesai. Setelah mengambil uang, gue bertanya ke senior yang galak di mana tempat Damri. Kenapa galak? Gue sudah bertanya dengan senyuman manis ala Richard Kevin, tapi dianya tetap mesem. Sial. Berjalanlah gue menuju gerbang UNPAD di ujung yang lain. Gue kira sepi, tapi ternyata... JRENG!!! Jutaan (lebay) maba UNPAD berbaris! DAMN! Mau nggak mau gue harus tetap menerobos, walaupun gue berjalan di trotoar pinggir jalan, hehe. Tetap, aneh. Jangan lupa, gue pakai sepatu pantofel. Jalan trotoar lurus, dan gue harus berjalan cukup cepat (buat apa pula lama-lama? Mau banget diperhatikan sama maba atau senior UNPAD di sana). Tahu jadinya seperti apa? Model di catwalk. Dan gue mendengar ada yang mengumpat/berbisik mengomentari gue seperti model. Yang bilang itu sepertinya maba. Sekali lagi, sial.

Mau keluar gerbang pun... masih lumayan sesuatu. Nah, sekarang gue benar-benar menerobos para maba. Wuiiihhh... dan akhirnya gue keluar dari kampus UNPAD! Yeay! Dari sana gue langsung menuju Damri dan... Alhamdulillah... back to Cimahi! 5 menit setelah busnya jalan... Oh iya! Gue lupa! Niatnya kan mau main ke SITH yang ada di JTN! Yaaahhh... belum jodoh deh silaturahmi ke sana.

Dan... Pagi itu, gue syukuri... walaupun banyak statement yang nyeleneh, tapi gue bersyukur atas perjalanan ngebolang di JTN yang cukup memuaskan... FUN! Pagi itu indah... hingga jam 9 pagi gue tiba kembali di kamar Tito, adik sepupu gue, yang sudah dihibahkan ke gue dulu untuk semester-semester awal nanti di UPI. Then? Tidur...

Tambahan: malamnya gue melihat tweetnya Dias... dan ternyata dia dikerjai ba'da buka puasa, diceploki, hahaha. Glad to hear that buddy! Selain itu, dapat kue juga akhirnya...

(Selesai juga post ini setelah hampir 3 minggu di-pending, ckck)

Thanks for reading!
Ila liqo!
Wassalam!

No comments:

Post a Comment