Friday, December 23, 2011

Ngebolang bersama Dape, "My Extraordinary Holidays" - Day 1

Assalamu'alaikum!!!
Waow, it's been a long time after I posted my last posting. As usual, I just wanna remember you all, my XII grade-friends that there are 101 days left before the day of UN! Ayo, tingkatkan semangat belajar yang optimal ya!

Yak, walaupun UN akan mendatangi kita dalam hitungan hari, tapi boleh lah, liburan akhir semester kali ini diisi dengan liburan yang sesungguhnya... Refreshing lah, baru setelah itu, kita genjot lagi ayuhan sepeda belajar keras kita, ok?

Alhamdulillah, ane (oke, mulai sekarang, kata saya akan diganti menjadi ane) selalu bersyukur kepada Sang Maha Pengasih, apalagi karena awal liburan kali ini yang sangat-sangat-sangat deh. It is really aaaaammmmmmazing! Yeah! Langsung saja ya ane ceritakan pengalaman ngebolang ane bersama Dape, selama empat hari kemarin. Oh ya, tenang, kisah liburan di Caldera pada hari Minggu-Senin sebelumnya tidak akan lupa ane ceritakan. Saat ini ane benar-benar ngebet mau curhat soal perjalanan ane bersama salah satu sahabat ane itu, Dape.

Iseng aja, biar jelas siapa itu Dape, kapan-kapan ane akan share siapa sih si Dape ini sebenarnya, personality-nya dan lain-lain. Hm... kalau bisa, ya tidak hanya Dape seorang, semua tokoh yang pernah terlibat di blog ini, insyaAllah ane share... Okokok? Mohon ditunggu...

Senin, 19/12/11 sekitar jam setengah empat sore (Pe, kalau kurang tepat, tolong kasih tau ane ya waktunya), ane dan Dape turun dari bis pariwisata (duh, lupa mereknya, tapi yang jelas, itu bis punya icon kelinci mirip-persis-sama dengan icon majalah playboy) anak cowok kelas XII yang kembali menuju Jakarta dari Palabuhanratu setelah melaksanakan makan siang di sana bersama rombongan cewek juga dan beberapa orang tua yang ikut, serta dengan yang empunya acara tentunya, Tante Hanny dan Om Bongki, bonyok (bokap-nyokap, orang tua laki-laki dan perempuan)-nya Aisya Tamara di Cibadak. Seperti ciri khas ane, memanggil teman-teman dengan sebutan guys. Setelah mencium tangan, pamit dengan bonyoknya Erza, ane pamit dengan teman-teman di bis tersebut, "duluan ya guys...!"

The Adventure begins...
Baru saja turun dari bis, berpisah dengan teman-teman yang lain, berdua dengan Dape, ane merasa seperti akan menghadapi petualangan yang mendebarkan. Oke, itu lebay, tapi itu yang ane rasakan. Backpacker, seperti itulah kira-kira rupanya, dua anak muda dengan nama (asli) yang sama, Adam, masing-masing menggendong tas TNI hijau yang sama pula yang memiliki berat beserta isinya sekitar 10kg. Besar dan berat. Jangan lupa, pakaian kita juga sama, hitam-hitam. "Malu bertanya, lihat di peta", itu adalah motto baru ane dalam mengarungi sebuah perjalanan panjang. Susah mengambil peta yang ada di dalam tasnya Dape, kita langsung menuju salah satu polisi lalu lintas di pertigaan Cibadak yang menuju Jakarta dan (atau) Sukabumi dan bertanya angkot yang mana yang harus kita naiki agar bisa sampai ke tempat yang di-ngetemi oleh bis yang menuju Bandung. Oh ya, memang, tujuan ane dan Dape adalah ngebolang ke Bandung, langsung cabut setelah liburan dari Cikadang, Sukabumi.

Angkot pertama yang kita tumpangi catnya warna-warni. Penumpangnya tidak duduk tegak lurus dengan arah laju angkot, alias searah dengan laju angkot. Angkot ini biasa disebut omprengan. Sempit sekali di dalam, hal itu didukung oleh tas-tas kami yang besar dan berat. SubhanAllah... Awal yang sangat memprihatinkan di dalam angkot tersebut, mulai dari paha yang sudah pegal memangku tas seberat dosa, ada ibu-ibu yang turun sehingga ane repot turun-naik angkot sambil menggendong tas itu (karena ane duduk di dekat pintu), kondisi di luar yang sedang hujan sehingga percikan air masuk ke dalam mobil dan mengenai ane karena jendelanya dibuka, ane mulai kedinginan karena terpaan angin yang begitu kencang, suasana di dalam angkot yang diiringi musik-musik/lagu-lagu kesukaan salah satu teman kami, Andre, dari band Wali, sampai harga angkot, berdua sebesar Rp 10.000. Wow. Mahal.

Akhirnya turun juga di salah satu perempatan lampu merah di daerah Sukabumi. Kita langsung menemukan sebuah bis hiba besar yang mengetem. Kami kira itu yang ber-AC, sehingga awalnya kami tidak mau naik. Maklum, tujuan awal kan ngebolang, masa kocek yang harus dikeluarkan semahal liburan biasanya? Hemat dong! Namanya juga ngegembeeelll...
Setelah bertanya kepada amang-amang di dekat sana, ternyata bis itu adalah bis ekonomi, tak ber-AC dan harganya Rp15.000 (walaupun bagi Dape, Rp 15.000 itu cukup mahal. Selama ngebolang, ane merasa bahwa Dape lah yang menjadi orang Padang yang sangat perhitungan, padahal seharusnya ane yang seperti dia, bersikap hemat, ckck).
Langsung deh kita naik!

Ketersiksaan di dalam bis ini tida jauh berbeda dengan di angkot sebelumnya. Mungkin sekarang sedikit lebih lega, karena bis. Tidak empet-empetan seperti di angkot omprengan yang tadi. Tapi, asap rokok tiada henti, silih berganti, lalu lalang, menerpa dan menerjang muka ane ini. Astagfirullah... parah banget. Lama-lama bisa mati ane kalau seperti ini. Ya, alhamdulillah masih hidup. Memang, jujur saja, ane sangat tidak suka, mungkin bisa dibilang benci, dengan perokok. Ya, perokok, orana yang (sedang) merokok. Oleh karena itu, siapa saja yang membaca ini, PLEASE! Jangang merokok dekat-dekat dengan ane! Oke? Syukron!

Setelah menempuh perjalanan sekitar dua jam yang lelah dan gelap, di mana kanan-kiri, depan-belakang adalah gunung-gunung yang belum bisa dinikmati pemandangannya karena masih malam, jadi rasanya berada di tengah-tengah gunung, cahaya lampu masih sedikit, atau jarang-jarang, jadi rasanya seperti tidak ada tanda-tanda kehidupan, akhirnya sampai juga di depan gerbang tol Padalarang. We're at Cimahi! (sebentar lagi)

Yak, langsung menghampiri angkot berwarna hijau dengan tujuan Cimahi. Sempat lupa memberi tahu, jadi planning kita malam itu adalah menginap di rumah Om Yuda, adik dari bokap ane. Beliau tinggal di Komplek Pondok Mutiara Indah, disingkat PMI, di Jalan Pesantren, Cibabat, Cimahi, Jawa Barat. Sekadar fyi aja nih, dulu ane sempat tinggal di sana, sekitar satu tahun tiga bulan, waktu ane kelas 2 SD di caturwulan ketiga sampai akhir kelas 3 SD. Setelah itu, pindah deh ke Cibubur, Jak-Tim.

Selama perjalanan, ane curhat banyak tuh ke Dape, maklum, terakhir ane datang ke daerah itu ya waktu SMP. Pernah sih waktu SMA ke Bandung, itu lho waktu study-tour ke museum iptek, geologi, dan ngegaul di Ciwalk. Tapi sama sekali tidak melewati daerah itu. Semua yang saya ceritakan memang seperngingatan (kata ini benar tidak ya dalam ejaan bahasa Indonesia yang baik dan benar?) saya dulu. Paling, hanya ada pagar pembatas dua arah jalan yang baru saya lihat. Sisanya, seperti kantor polisi dan terowongan jalan tol, saya masih ingat!

Sampailah di Jalan Pesantren! Dan... jalan itu sudah berubah, lebih baik tentunya. Bayar angkot, ane serahkan uang lembaran Rp 10.000 ke abangnya. Ternyata masih kurang! Kurang dua ribu. Weleh, mahal juga ya? Ckckck. Awalnya mau minta dijemput sama Om Yuda di depan Jalan Pesantren, tahu-tahunya beliau masih di kantor. Yes! Menurut ane, ini sih bagus. Jadi bisa lebih bebas ngebolangnya. Lapar. Iya, dari tadi kan belum makan malam, dan jam sudah menunjukkan pukul 21.00. Hm... Ane dan Dape memutuskan, pergi menuju rumah Om Yuda dengan jalan kaki sambil mencari tempat untuk makan malam yang enak. Lumayan capek tuh. Dari depan Jalan Pesantren, kita jalan sedikit ke atas. Memang jalanannya menanjak. Berhenti di warung yang menjual makanan semacam nasi dan mie goreng. Tadinya sempat ragu-ragu juga untuk makan saat itu, karena ane berpikir, biasanya kalau ada tamu yang datang, pasti sang pemilik rumah akan menyiapkan makanan. Kalau ane makan sekarang, lalu kenyang, nanti di rumah Om Yuda ternyata Tante Wir, istri Om Yuda, sudah masak, lalu tidak dimakan? Kan tidak enak. Tapi akhirnya, ane memutuskan untuk makan juga. Dape memesan nasi goreng, dan ane mie goreng. Makan malam. Sumpah! Itu mie goreng adalah mie goreng terenak yang pernah ane coba dan makan! Entah karena lapar mungkin ya? Tapi memang enak kok! Walaupun demikian, ane tidak menghabiskannya, hanya memakan setengah piring. Tujuannya untuk memberi ruangan kosong di lambung, jikalau nanti Tante Wir sudah menyiapkan makanan, ane bisa makan lagi deh.

Memang dasar Dape, kalau makan tuh banyak banget, pantaslah badannya berisi, nggak seperti ane yang masih kurus. Sedih. Satu piring nasi goreng + setengah piring mie goreng sisaan ane yang dia minta jadi santapan makan malamnya. Masing-masing harga makanan kami adalah Rp 8.000. Hehehe, dari awal perjalanan kita memang selalu mencatat biaya yang dikeluarkan, soalnya uang yang dikeluarkan ganti-gantian dari kita untuk setiap pembayaran. Entah pakai duit ane dulu atau Dape.

Tuntas makan malam, kita lanjutkan perjalanan mendaki Jalan Pesantren tersebut. Again, ane curhat masa-masa kecil ane dulu, dan berharap bertemu siapa saja teman SD ane dulu. Namun tidak kesampaian. Melewati SD ane dulu yang bernama SDN Tresnabudi 4 yang sekarang sudah berganti nama menjadi SDN CIbabat Mandiri 5, dan sedang ada perenovasian pula. Wew. Ane juga curhat, semasa SD dulu, kalau istirahat, sesempatnya membeli chiki citos dan semacamnya ke Indomaret yang tidak jauh dari sekolahan ane, hanya demi mendapatkan tajos pokemon, hehehe. Juga ane bercerita sawah-sawahan dan jalan pintas menuju komplek yaitu sebuah dinding beton yang retak yang kemudian dijeboli oleh kami anak-anak SD sehingga terciptalah jalan pintas dari sawah menuju komplek. Waaah, banyak curhat. Sampai di depan gerbang PMI, melihat rumah kanan-kiri, dan melewati rumah Ksatria, one of my best friends. I wished he knows I passed his house, but there's no signal of him, even he didn't reply my message. Sedih. Eh, jadi curcol begini? hahaha.

Sampailah di rumah Elsa, putri pertama dari Om Yuda dan Tante Wir. Tadinya ane sempat lupa-lupa-ingat yang mana rumahnya. Setelah yakin dengan rumah yang ane tunjuk, ane buka pagar, dan pintu dibuka dan kami, ane dan Dape, disambut oleh Tante Wir. Ane maklumi, pasti seisi rumah saat itu sudah tertidur. Jadi tak enak nih membangunkan Tante Wir malam itu. Istirahat, setelah melewati sore-malam yang panjang nan melelahkan untuk menginjakkan kaki di Cimahi. Tak lupa mandi dan sholat. Baru saja mau tidur, eeeh si @Bangsath (account Twitternya Ksatria) baru balas sms. Ckckck...

Ya, itu semua baru hari pertama. Tidak full satu hari. Panjang ya? Hehehe.

Thanks deh for reading!
Ila liqo!

Wassalam!

Saturday, December 17, 2011

NIkmatnya Hidup di Asrama tanpa Sekolah (2)

Assalamualaikum!

Alhamdulillah, saya masih diberi kesempatan oleh Sang Maha Pemberi untuk berbagi cerita di sini. Yak, melanjutkan postingan sebelumnya, jadi apa-apa saja yang telah saya lakukan selama seminggu pasca remedial-week (actually, it's not in a week, just in a several days)? Sekali lagi, saya amat sangat bersyukur di hari-hari tersebut. Stay di asrama, namun tidak sekolah. Oh ya, ternyata saya waktu itu masih sempat mengerjakan remedial, hehehe.

Remedial Bu Lubna, Makalah (saya tidak yakin bahwa yang telah saya buat itu adalah makalah, mungkin lebih tepatnya sebuah artikel gabungan dari copy-paste beberapa sumber di internet) Kimia Hijau, saya selesaikan dalam satu hari! Kalau tidak salah tanggal 15/12, hari Kamis ya? Ya. Sekitas 6 jam lebih saya berhadapan dengan laptopnya Rahmat, mengerjakan tugas tersebut. Hey, saya tidak asal copas aja lho. Kalau seperti itu, ya mana bisa dibilang belajar. Okay lah saya terbilang telat, tapi tidak ada kata terlambat bagi saya, toh bertaubat saja tidak ada kata terlambat, kecuali ajal telah menjemput. So? Belajar dari remedial. Kimia Hijau! Thanks to Hanif, adik kelas saya yang berasal dari kelas XI Biologi yang telah merekomendasikan saya pembahasan tersebut. Once again, thanks! Oh ya, mungkin kapan-kapan saya bisa mem-post-kan isi-isi yang ada di makalah-like article saya itu, hehehe. Ya, walaupun bukan original tulisan saya, siapa tahu yang membacanya nanti bisa menambah ilmunya. Ditunggu!

Remedial Pak Ridwan. Sungguh, saya sangat menyesal. Ya, keburu putus asa. Saya kira Rahmat akan pulang pada hari itu, Kamis, entah pagi, siang, sore, atau malamnya. Jadi, setelah menyelesaikan tugas Bu Lubna, saya malah bermain deh. Tetris. Game yang ada di facebook itu sekarang memang lagi nge-trend di kalangan anak kelas XII MHT. Saya pun juga ter-injeksi oleh virus penyebaran game itu. Ngomong-ngomong, sampai detik saya menulis (mengetik) postingan ini, saya sudah menginjakkan kaki di level 16 lho (kalau tidak salah) Alhamdulillah. Jadi intinya, saya tidak mengerjakan remedialnya, Astaghfirullah... Jadi takut sms Pak Ridwan, padahal lusa, InsyaAllah, mau ke Bandung, ke ITB, survey SITH. Sedih.
Jangan diulangi lagi ya Dam! Pesan untuk teman-teman sekalian, jangan mudah menyerah dan putus asa!

Main tetris! Siang itu, bisa dibilang sampai sore, ya kerjaanya malah jadi o-el dan main, tetris. Nah, ternyata eh ternyata, Rahmat ini tidak jadi pulang pada hari itu juga, dikarenakan besok malamnya ada tasyakuran atas telah dilaksanakannya akreditasi sekolah di MHT, dan nilainya sangat memuaskan, katanya sih A plus, 92.75 (kalau tidak salah). Yaaah, terlambat sudah, remedial Pak Ridwan sukses tidak dikerjakan, online lah sampai malam. Sedikit share juga, pada saat malam saya online, kebetulan saya melihat kontestan Mister International 2011 dari Brazil, dan... Waow! Ternyata dia sudah membintangi banyak iklan, bahkan untuk produk di Indonesia. Semakin kepo dengan sang model, ya saya cari terus lah sampai ke akar-akarnya. Singkat cerita, alhasil, saya jadi mengagumi model dari Brazil itu. InsyaAllah, saya akan mengikuti jejaknya, namun tanpa melewati batas hukum Allah. Mau tau siapa dia? Hehehe, sekali lagi, kapan-kapan saya akan menceritakannya...

Apalagi ya? Waaahhh... lupa deh. Yaaahhh, maklum sudah lewat lebih dari beberapa (banyak) jam. Ya sudah, tidak apa-apa. Intinya dari postingan ini dan sebelumnya adalah:
  • Sungguh nikmat berada di asrama
  • apalagi jika dalam keadaan/suasana libur atau tak ada kegiatan di sekolah
  • rasanya bagaikan surga dunia, tenang... Ssaya berkata demikian karena waktu itu, entah hari apa, di pagi hari, saya sedang tidur-tiduran di kasur dengan jendela kamar terbuka, angin sepoi-sepoi masuk didampingi sinar mentari yang begitu hangat... Alhamdulillah...
  • Nikmat, dikelilingi oleh teman-teman yang sangat bersahabat, apapun mereka, tetap saya menganggap mereka adalah teman-teman yang baik. Love ya, guys.
  • Seharian kerjaanya ditemani dengan sebuah laptop dan koneksi internet, jika cepat, tambah nikmat!
  • Bebas mau melakukan aktifitas pribadi yang disenangi; baca novel, melukis, nonton film, dkk.
  • Intinya... Aaaahhhh, nikmatnyaaa hidup di asrama tanpa sekolah...

Alhamdulillah :)
Thanks for reading!

catatan kecil:
coming soon!
Wanita-wanita Spesial
Personil #MHT01 (62 lengkap!) menurut pandangan saya
Kimia Hijau
Model Idola
Tahsin dan Tahfidz
and so on :) (sebenarnya ini note untuk saya sendiri, agar saya tidak lupa apa yang akan saya tulis nanti...)

Malam Minggu, beberapa jam setelah waktu liburan dimulai. Besok sampai lusa, bersama #MHT01 akan mengadakan rafting di Sukabumi, sepulangnya langsung ke Bandung bersama Dape. Untuk 4 hari itu, saya harus membawa tas ransel TNI yang begitu beratnya, berat banget-banget-banget. But, I really can't wait for those days! Semoga Allah meridhoi saya di setiap langkah saya ke depannya nanti, especially selama dua minggu liburan ke depan :) Aaamiin.

Have a great holiday, guys!

Ila liqo!
Wassalam

Friday, December 16, 2011

NIkmatnya Hidup di Asrama tanpa Sekolah

Assalamualaikum!

Ba'da Shubuh, cepat-cepat sepulang dari Masjid, saya menuju kamar, lipat sarung, buka baju, buka celana, ekskresi, ganti baju, dan kembali ke kamarnya Ojan dan Dape. Semalam saya memang tidur di kamar mereka, lebih tepatnya tidur seranjang dengan Dape (Ooops). It's not a problem, okay? Hahaha.

Kali ini saya ingin menceritakan perjalanan hari-hari saya bersama laptop Rahmat, hehehe. Tidak hanya itu saja kok ceritanya. Tapi ya, memang beberapa hari ini laptop Rahmat saya pinjam untuk mengerjakan tugas-tugas remedial. Baik sekali teman saya yang satu itu, tanpa imbalan, dia mau meminjamkan laptopnya kepada saya untuk beberapa hari di kamar saya, atau lebih tepatnya saya bawa ke mana saya pergi. Senangnyaaa...

Eits, sebelum lupa, saya hanya ingin sekedar mengingatkan wa bilkhusus untuk saya sendiri dan para pembaca yang memiliki status sebagai pelajar SMA/MA kelas XII bahwa Ujian Nasional tinggal 108 hari lagi! SubhanAllah... Ayo ayo! Kita siapkan diri kita untuk berjuang di medan pertempuran nanti! Tapi ingat, hal yang paling penting adalah prosesnya. Ya, proses menuju 108 hari itu, dan hari ke 108 (dan beberapa hari setelahnya) hanyalah bonus. Begitulah yang Kak Saleh ajarkan kepada kami, siswa-siswi SMANU M.H.T. Jadi, jangan sia-siakan waktu yang tersisa, dan isilah hari-hari itu dengan segala tindakan dan pikiran yang positif! Semangat! Lillahi ta'ala! Bismillah!

Okay, sekarang kita mulai dari mana? Ah, bagaimana kalau saya bercerita alur mundur. Benar-benar alur mundur ya, bukan alur mundur yang diceritakan di waktu lampau yang berjalan ke depan. Saya akan mengurutkan kejadian-kejadiannya dari tadi malam sampai terakhir saya nge-post blog sebelum posting-an yang ini. Tapi ya, setiap kejadian pasti akan maju juga. Jadi? Mundur-maju-mundur-maju-dan seterusnya, tapi harus diakhiri dengan 'maju' ya! Kita harus selalu bisa maju di akhir, kalau bisa ya perjalanan hidup kita juga harus selalu mempunyai arah ke depan, maju!

Sekali lagi, saya ingin mengucap puji serta syukur kepada Allah SWT, Alhamdulillah... Betapa nikmatnya saat-saat ini, pagi hari yang cerah dihiasi dengan kicauan burung-burung... Jadi teringat pelajaran noun clause, bahasa Inggris oleh Ms. Yati. Ups, maaf ya, tak apa kan kalau saya menyebut nama beliau di sini? Hehehe. I still believe that she is one of my favorite best English teachers in a whole of my life. Ilmunya? Saya tak meragukannya.

-----

Wew, mampir sebentar ke facebook, let's continue!
Seperti yang sudah saya katakan di awal, tadi malam saya tidur di kasurnya (berdua dengan) Dape. Sebenarnya saya sudah berniat mau tidur berdua di kamar (bukan di kasur/sekasur) Ojan-Dape, di kasurnya Dape, karena my roomie, Krishna sudah balik duluan ke rumah, saya pun jadi sendiri. Dan kemarin Dape sudah balik juga ke rumah. Betul, saat-saat ini telah banyak anak-anak MHT, khususnya kelas XII, putra, yang sudah pulang. Toh di sekolah tidak ada apa-apa lagi. Remedial? It's over! (actually, for me, it is not. Masih mengutang remedial sama Pak Ridwan nih... Tapi sudah habis deadline-nya. Okay, itu ada ceritanya sendiri, nanti) Ambil rapot, ya hari Sabtu nanti. Saya? No. Better to stay here. Bukannya tidak senang berada di rumah. Saya akan selalu menganggap rumah (orang tua saya) adalah tempat untuk menghabiskan waktu bersama keluarga, insyaAllah. Toh juga ada Aisyah, yang ada pasti saya akan menjadi baby-sitter-nya (kakak yang baik). Belajar: fail. Hehe, tapi tidak selalu kok. Lanjut ya. Yak, jadinya saya dan Ojan sendirian di kamar masing-masing. Ya sudah, saya memutuskan demikian. Eeeh, tahu-tahunya, kemarin malam Dape balik ke asrama. Ya sudah lah, tidur berdua deh kami jadinya, saya dan Dape, ahuuuy...

Tetap, walaupun di kamar 316 (kamar Ojan-Dape, fyi: kamar saya-Krishna adalah 315), sebelum tidur, saya beraktifitas-online-ria dengan laptopnya Rahmat. Niat awal sih ingin menyelesaikan-tuntas remedial Pak Ridwan, membuat makalah berbau biologi. Tapi, keburu putus asa, waktu tak cukup. Well, it's my own fault. Jadi, tidak dikerjakan deh. Oh ya, mulai dari hari Selasa kemarin saya memang meminjam laptopnya Rahmat. Tujuannya ya untuk mengerjakan remedial-remedial. Remedial Pak Waliy, ppt Chromatography; Pak Ridwan dan Bu Lubna, makalah bertajuk biologi dan kimia, respectively (seingat saya, sepertinya saya sempat menceritakan remedial ya? Oh iya, last post kan tentang remedial! Hehehe). Setelah seharian lebih, AlhamdulIllah, hari Rabu pagi saya sudah menyelesaikan remedial Pak Wali, sebuat ppt Chromatography. Senangnya... Saya benar-benar membuat presentasinya sendiri lho, bukan yang hanya sekedar meng-unduh dan mengirimnya ke beliau atas nama sendiri. Oke, presentasi untuk Pak Waliy, selesai! Tapi masih ada dua tugas lagi nih...

Saya pikir-pikir lagi, sepertinya alurnya akan sedikit tidak beraturan. Hehehe, saya menulis sesuai dengan ingatan saya yang terpikirkan oleh saya. Peace... Lanjut!

Hm... Wait! Seperinya terlalu panjang ya? Bagaimana kalau di-stop dulu, nanti dilanjutkan di post selanjutnya? (padahal sekalian di satu post ini juga tidak masalah... Dasar Andytra...)
Okay,
Ila liqo!
Wassalam...

Tuesday, December 13, 2011

Remedial Happily Ever After

Assalamualaikum!

Sepertinya baru kemarin, terakhir saya mem-postkan blog, apakah tidak terlalu cepat jika saya mem-posting lagi sekarang? Hehe, ya sudahlah, toh tak ada (belum ada) yang mem-follow saya, jadi, saat ini, tidak ada orang yang terganggu dengan update-an saya yang begitu cepat, hehe. So? Sebenarnya saya mau curhat tentang: Remedial.

Minggu remedial. Yak, seminggu UAS telah berlalu, namun penyiksaan belum berakhir. Bagi yang kurang beruntung, yang nilai-nilainya berada di bawah SKM (Standar Ketuntasan Minimal), maka mau tidak mau ya harus melapor kepada guru mata pelajaran yang bersangkutan dengan nilai tersebut dan meminta tugas atau remedial agar nilainya mencapai standar minimum. Untuk di MHT, SKMnya adalah 75.

It's Magic! Saya remedial untuk semua mata pelajaran. Hebat. Cukup tahu saja, beberapa hari kemarin saya sudah melewati rintangan-rintangan remedial. Berat. Ya, memang, tapi enjoy aja lah. Ikhlas. Dan sekarang dan sekitar dua hari ke depan, masih ada tiga remedial yang menunggu: Kimia Cambridge-Pak Wali, presentasi chromatography; Biologi UN-Pak Ridwan dan Kimia UN-Bu Lubna, makalah untuk masing-masing, biologi dan kimia. Semangat!

Sekarang saya sedang menyiapkan materi untuk membuat presentasi chromatography. I hope today it'll be finished, amin. Nah, untuk makalah biologi (minimum 10 halaman) saya memutuskan mengambil tema yang berhubungan dengan karya ilmiah saya nanti, tulang dan ikan. Apa ya? Bisa kita lihat nanti. Bagaimana dengan kimia? Koligatif? Biochemistry? Kita bisa pikirkan nanti juga, hehe.

Okay, that's all. I just wanna curhat to y'all :) Thanks for reading!

Ila liqo!
Wassalam

Sunday, December 11, 2011

Welcome to My World (again)

Assalamualaikum wr. wb.


Yak, kembali saya mengucapkan selamat datang bagi para pembaca yang membuka blog saya ini. Mengapa saya mengatakan 'kembali'? Karena sebenarnya blog ini sudah pernah ada tulisannya, dengan salah satu judul yang sama. Namun, karena kemarin saya tidak konsisten dan maklum, masih labih, jadi saya menghapus semua tulisan-tulisan sebelumnya, dengan harapan tulisan ini sebagai tanda untuk memulai hidup blogging yang baru dan lebih baik lagi. Sekian sambutan yang cukup (sangat) singkat ini, kurang lebihnya saya mohon maaf, kesempurnaan hanya milik Allah SWT, kekurangan bukan hanya milik saya seorang (read: semua hal, kecuali Sang Pencipta).
Ila liqo!
Wassalam